Rabu, 30 Desember 2015

Departure.. Such an unpleasant event..


Dear Readers,

As you might can see from the title.. a departure of a good colleagues, breaks my heart.. 
And again.. this is my dear boss.. 
I know.. this might have been the 3rd times in just 2 years.. 

Yesss.. this is the man, ,who taught me so much in such a little time.. 
More that years i spent with other superiors.. 
He had me from hello.. simple conversation, into endless discussion and shocking assignment.. 

He laughed to all my silly jokes and little secrets we share.. 
Reading each other gestures without saying words, which most of the time, end with laughters.. 
Arguing about lots of things.. from office matters into which color that fit to man or woman (yeah, i know.. sometimes things like that happens )

What relieve me.. is knowing how relieve he is for the decision he made.. 
What relieve me.. is knowing that he'll still be around.. 
What relieve me.. is the happiness i can see from his eyes that look tired days before.. 

At the end.. i shall not say Good Bye.. 
As good bye means go away.. and it means forgetting.. 
I shall say " May our path cross and till we meet again".. 

All the best, pak.. 
Thank you for being part of our journey.. 
We believe, that life will always treat you well.. 
Aamiin.. 



Slipi, 30th Dec 2015

Rabu, 23 Desember 2015

A small house (not) in a prairie...


Dear Readers, ...

Beberapa waktu yang lalu, saya iseng browsing foto-foto sepupu saya... dan menemukan gambar diatas ini,.. iya ini adalah pondok mungil milik alm eyang putri.. yang saat ini sudah bukan lagi menjadi milik kami..

Rumah mungil milik alm eyang ini terletak beberapa meter dari pasar Cimacan, Cipanas Puncak.. dan tepat berada di depan SD Negeri Cimacan . Terdiri dari 2 kamar, dan halaman depan yang cukup untuk membuat saya bisa mengenali perbedaan antara frambozen, murbei dan strawberry.. Juga tempat saya mengenali perbedaan antara kadal dan bunglon (dan fakta bahwa hampir pingsan ketika tiba2 mereka loncat kearah saya :s ) tanaman2 perdu yang cantik-cantik.. dan finally.. fakta bahwa pengetahuan saya akan aneka hewan dan tumbuhan sangat terbatas. :) (well.. im a city girl, what else shall i say? .. )

Disini, tertoreh banyak kisah menyenangkan, tanpa ada sekelumit duka di dalamnya..

Tempat saya menghabiskan libur sekolah dengan alm eyang putri.. belajar hiking pertama kali ke Cibodas.. sampai kali pertama paham bahwa ada hal-hal diluar nalar yang terjadi di dunia..

Teras depan adalah tempat saya berbagi secangkir kopi susu dengan alm papa, dan beberapa teman masa kecil .. menghabiskan malam sambil bercerita tanpa akhir, ditemani petikan gitar, canda tawa yang  tak berakhir.. sampai pagi menjelang..  Tempat para pendahulu saya berbagi pengalaman, diselingi kalimat-kalimat tuah dan selalu diakhiri oleh alhamdulillah..

Rumah ini, memang mungkin hanya terlihat laiknya little house (not) in a prairie.. tapi buat saya dan banyak sepupu saya.. Setiap sudut punya cerita yang berbeda..  Sejarah tertoreh disana.. bukan hal yang menyedihkan.. tapi rasanya.. hanya melihat foto nya saja.. masih terngiang rasanya di telinga saya.. sapaan pagi mang ali - yang sop sapi buatannya jadi favorit saya dan alm eyang putri setiap pagi.. atau harum pepes buatan bu haji yang melegenda di keluarga kami.. Wangi teh melati segar seduhan alm eyang dan pisang goreng maupun kudapan kecil lainnya yang entah kenapa mengingatkan saya akan banyak hal...

Mengigatkan saya, bahwa hidup memang hanya untuk bersandar padaNya.. Melihat kesungguhan para petani,peladang, maupun pedagang di pasar yang tak seberapa besar bersungguh-sunguh dalam melakukan pekerjaannya.. Melihat mereka bersyukur, dan menyambut pagi dengan gembira.. lalu pulang ke rumah menjelang senja, dan masih dalam raut penuh suka..

Dulu, tentu hal demikian tidak pernah sedikitpun terlintas.. tapi sekarang? betapa hal yang sedemikian terlihat sepele ternyata memang penuh makna . Dan kadang.. kita memang tidak butuh mengerti.. tapi menerima tanpa banyak tanya..

Dan laiknya mentari terbit dan tenggelam.. rumah yang dulu pernah menjadi persinggahan kami.. saat ini memang telah berpindah kepemilikannya.. Membawa jutaan cerita dibalik rentetan peristiwa.. bagi kami, yang pernah singgah disana..  Pada akhirnya, hal-hal yang tersisa memang hanya tumpukan cerita tanpa tepi penuh makna..

That little house is gone.. but the memories remain.. :)

- jatiasih, desember 2015-




Selasa, 24 November 2015

Are we bound with memories?



Pagi ini,
Saya di beri kesempatan untuk menyusuri jalan-jalan.. yang telah belasan kali saya lalui.. dan belasan tahun tidak pernah saya kunjungi..

Hari ini saat mengantar putera bungsu saya mengikuti FESMI (festival tahfidz metode UMMI), yang bertempat di daerah Cihanjuang, Cimahi secara tak disengaja, mobil yang saya tumpangi melewati kawasan Komplek Siliwangi, Cimahi. Iya.. memang di kawasan inilah alm eyang kakung - adik laki-laki dari alm eyang putri saya pernah tinggal..

Mobil yang saya tumpangi, melewati tikungan Pura yang berjarak 2 rumah dari bekas rumah dinas beliau.. Hanya diujung jalan memang.. namun terlihat sekilas rumah yang dulu kerap saya kunjungi saat liburan.. Rumah bernomor D 10 ini memang memberikan banyak cerita kepada saya, banyak sepupu saya, bahkan juga sang mantan pacar yang jadi partner hidup saya - mas suami tersayang.. Rumah yang mengajarkan pada saya.. kalau 'fresh cloves" has the best smell , dan rumah yang selalu memberikan cerita tak lekang waktu pada kami..

Di rumah yang terakhir saya kunjungi beberapa waktu sebelum alm papap berpulang, semuanya terasa begitu menakjubkan bagi saya.. sungguhan..
Memang, bagi sebagian orang.. pemilihan kata 'menakjubkan' terdengar berlebihan.. but.. i mean it.. Saya jatuh cinta pada pola keramik lantainya.. Art deco kata sebagian orang.. langit-langitnya yang tinggi.. kamar mandinya yang luas.. sampai derap langkah yang biasa terdengar saat semua orang terlelap.. iya benar.. saat semua orang terlelap, kecuali saya yang berusaha mencari tau itu derap siapa, dan akhirnya memilih untuk memejamkan mata setelah lama-lama terbiasa mendengarnya.. Tempat saya mendengarkan kisah-kisah masa lalu alm eyang.. sampai banyaknya hal-hal absurd yang hanya dapat dipahami oleh ketajaman rasa yang terasah oleh waktu..

Di tempat yang sama, saya belajar menghargai kenangan, yang terukir dan dibesarkan oleh waktu. Menghargai sepotong ontbijtkoek hangat dengan secangkir teh melati, dan serangkai kisah tanpa akhir berbau cengkeh segar. Menikmati sepiring nasi goreng sosis buatan almh eyang, sambil menghafal beragam resep warisan Kel Banoe, .. dan berusaha sekeras mungkin maklum saat timbul perdebatan ketika diskusi, mengesampingkan seluruh friksi dan menerima perbedaan pandangan tanpa gugatan, dalam sesuatu forum yang kemudian saya panggil dengan nama "KELUARGA"..


Menyusuri jalan, melewati deretan gedung-gedung kuno, menunjukkan banyak hal kepada putera saya.. menceritakan betapa bahagia masa kecil saya, yang punya banyak keluarga dengan ragam pemahaman berbeda.. Membukakan wawasan baru padanya.. bahwa.. cinta kasih itu yang mendekatkan kita.. sampai tiba-tiba saya teringat.. saya memang terkadang sangat terikat dengan banyak kenangan.. Im so into it.. without exceptions.. Saat menuliskan notes ini pun.. rasanya memang tak hanya sekedar kenangan.. tapi juga torehan yang tertinggal di lembar kehidupan saya..

Hmm..

Lahul fatihah untuk kalian semua, Papap, Eyang -eyang tersayang.. dan bude.. .

Perjalanan ke daerah Bandung.. memang selalu mengingatkanku akan kalian.. Saya percaya, Gusti Allah pasti memberikan kalian tempat yang lebih indah.. dari yang pernah saya jalani dengan kalian.. aamiin YRA

Selasa, 27 Oktober 2015

Mie Schotel Istimewa.. - a comfort food for the children

Dear Readers,

Mungkin faktor cuaca, mungkin anak-anak terlalu lelah.. atau ibun yang kurang perhatian :|..

Tapi, semalam, anak-anak mendadak demam dan batuk-batuk.. dan benar saja, diagnosa dokter.. adalah Radang tenggorokan... Berhubung hal ini juga membuat mereka kesulitan menelan.. maka salah satu comfort food yang membuat mereka nyaman menelan.. ya .. Mie Schotel kukus..

Sengaja saya buat versi kukus yang memang lebih lembut ketimbang versi panggang ..
Versi saya seperti berikut : '



Mie Schotel Istimewa

Bahan-bahan :

1. Bungkus mie telur  - direbus al dente
2 sdm margarine, yang segera saya aduk dengan mie setelah ditiriskan
3 butir telur  - kocok lepas
250 ml susu cair
50 gr keju parut
4 slice keju lembaran
100 gr daging cincang
1 batang wortel - diparut halus
100 gr jamur kancing atau merang - diiris tipis
2 batang daun bawang - diiris halus
3 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdt kaldu ayam nie
gula garam dan lada sesuai selera
1sdm margarine dicirkan dengan 1/2 cup air dan dicmpur dalam kocokan tlur..

Cara membuat:

1. Panaskan 1 sdm minyak, masukkan 2 sdm margarin
2. Tumis bawang merah, bawang putih sampai harum, tambahkan daging cincang, diikuti wortel, jamur dan daun bawang..
3. Tambahkan gaaram, gula dan lada
4. rebus mie sampai al dente, tiriskan, campur dengan 2 sdm margarine . Biarkan agar menghangat..
5. Campur bahan isian dengan mie.. lalu tambahkan keju dan separuh campuran susu, telur, serta larutan maizena tadi, tak lupa tambahkan gula, lada, garam dan kaldu ayam ... pastikan rasanya pas..
6. Tuang pada loyang yang sudah disemir margarine
7. letakkan keju slice.. siram dengan sisa campuran susu/telur/maizena. Tutup dengan alumunium foil
8. Kukus kurang lebih 45 menit..
9. Ready to serve :) ..


Some may say that this is more than just a comfort food..
But its all it is to my children.. so.. Enjoy :D



Minggu, 18 Oktober 2015

GDP - an endless journey





Dear Readers..

This is one of the reason for my endless nights... discussions, headaches.. and SMILES...
Yes.. it was mix up feelings .. of lots of busy mind.. busy body.. and headaches..
Thousand of sorrow.. and millions of happiness.. as I finally complete half of the destinations..

Started on May.. when i have to start something new.. participating in a Job Fair in local university.. continue with another job fair in Jakarta.. continue with a free booth in Jogja.. the three brings me where i am now..

Days of endless discussion, twisting fingers and more are still on..
and i never regret doing so..

It is my first time, and surely wont be the last..

Its not a proper appreciation that i expect.. but the process and the smile those candidates put on their face that relief me.. it is their hope of getting a better future.. that just gave me some spirits to go on and on..
It is the good will .. as i set aside my ego and negative expression the witch gave me..

At the end.. with or without the witch.. show will go on.. if its not for the team.. the journey might have not started.. So.. for the betterment of those talented youngsters.. lets moving on.. keep going..

All the pain, tears, headaches and sweats will be paid at once..
And im so positive.. that Gusti Allah is with me all the way.. :)... So i should have nothing to worry..

Soon it will start.. and the journey continuous..
Bismillah.. hope it will all go well..


*bekasi, 25 oct 2015

Selasa, 06 Oktober 2015

Ketan Durian, A guilty yet a lovely dish.. :D


Hello there..

Ah yess.. for those durian lovers, i bet you know what i meant by taking the above title..
Durian.. is always a guilty pleasure :)..  high in calorie and fat.. not suitable for those who are having high cholesterol and blood pressure..

Anyway.. i will stop talking about how guilty it is.. and will get the recipe done..
These days, more people are talking about this famous "Ketan Durian Lumer".. Well.. I've never tried it before.. but Im assuming and take my friends testimonies on how it taste..

So, im trying to make mine..

This is it,..

Ingredients :

800 gr sticky rice - rinse well - soaked in water for an hour
500 gr of seedless durian
750 ml thick coconut milk - boiled and take 250 ml for the sticky rice
1 can of condensed milk
2 tbs custard powder
2 egg yolk
salt

How to execute :

1. Steam sticky rice for half and hour (after the water boiling) - set aside
2. In a big bowl, take the rice out, pour 250 of coconut milk - add 1tsp of salt - stir well till all the milk absorb.
3. Steam it for 40 minutes (im adding pandan leaves in the bottom of steamer)
4. warm the coconut milk - add condensed milk.. stir well
5. Add durian - stir well till
6. get half cup of water - mix with custard powder and egg yolk
7. When its boiling, add custard and egg yolk.. do it by adding the hot milk, stir well and pour it to the hot solvent back.
8. When it start to boiled, turn off the stove, set aside.
9. Take a pyrex - put sticky rice as based, and pour the durian on top.. Let it cool, and ready to serve..

Well.. simple, isnt it?
Try it, and dont be sorry for eating it.. #heaven..

Hope you like it as my hubby does :)


Sabtu, 03 Oktober 2015

Modesty Pizza - easy to make..

Well..

I must say, that having a 9-year-old-pre-teenage girl is fun..
Means that i have to be very creative in having an activity which involves both of us..
Besides sewing and singing, my daughter loves cooking..

So, i browse around, modifying some recipes.. and this is one of them..

Modesty Pizza -why modest? cause its very easy to make - hassle free and taste delicious as well.
The recipe is as follow :

Ingredients :
250 gr of multi purpose flour
1 sachet (11 gr) of instant yeast
2 tbs of oil (using vegetable oil)
1 full spoon of margarine
pinch of salt
2 tbs of sugar
1 tbs of milk

Sauce :
Mixing 2 tbs of tomato sauce - 1 tbs of mayonaise - 1 tbs chili sauce - pinch of mixed herbs
Toppings shall be on your preference - im having chicken sausages and corn.. for savoury
and banana - cheese for sweet pizza


How to make :

1. Prepare the yeast by mixing yeast, sugar, oil and 1 tbs of sugar into a bowl.. Pour half cup of warm water, stir well until its ready.. (its foamy when ready)
2. In bigger bowl - pour flour, instant milk, salt, sugar and yeast solvent.. Stir well, i add margarine and sugar. Mix well till it set. Set aside for 30 minutes, and cover the dough with wet kitchen towel.
3. Prepare the pan, get half of the dough - spread evenly. Pour the sauce mixture and add toppings
Do the same with sweet pizza, however, im not using any sauce for sweet pizza..But, i add some sugar before putting banana and covered it later with cheese
4. Turn on the stove - ensure you have proper heat . Takes around 10 minutes to make the cheese melt and the dough is ready. And yes, its ready to eat now.. :)

Enjoy your pizza, guyz.. Hope you find it as simple and easy as what i thought so..