Jumat, 01 Juni 2012

Safety, .. Well not Entirely..


Setelah sekian lama absen menulis..Pagi ini saya mengisi waktu saya di perjalanan dengan membuat sebuah catatan kecil tentang perjalanan menuju kantor.. 

Lalu lintas jakarta yang semakin lama semakin ruwet sebenarnya merupakan blessing in disguise buat saya. Setidaknya waktu yang saya habiskan di perjalanan biasanya saya manfaatkan untuk menulis, rehat sejenak maupun bersosialisasi dengan para sahabat2 saya .

Beberapa waktu lalu - akhir desember tepatnya, dalam perjalanan pulang saya hampir mengalami kecelakaan saat mobil angkutan plat hitam aka 'omprengan' yang hampir selalu mengambil bahu jalan lalu melaju dengan kecepatan tinggi, harus secara mendadak mengambil lajur sebelah.

Jujur, my thinking was - we might had an accident. Kenapa? Posisi kami kurang dari setengah meter dengan truk trailer di sebelah kanan mobil.

Jantung saya berdebar tak karuan. Saat saya tegur pak supir, yang dengan santainya berkata bahwa hal tersebut lumrah, dan yang paling penting kami semua selamat. *ucapan yang buat saya terus2an istigfar menahan diri untuk tidak berkata lebih lanjut.. 

Hmm, bikin saya naik darah sebenarnya. Tapi kalau mau jujur, saya juga yang memilih naik angkot plat hitam tersebut. Yang jelas merupakan angkutan gelap.. tanpa ijin dan tentu saja tidak dapat dipertanggung jawabkan seandainya ada yang terjadi.

Seorang teman komuter pernah mengemukakan.. bahwa mengenali gaya menyupir supir agak sulit jika destinasi kita berbeda - yang saat itu saya alami. Satu hal yang mencengangkan.. well.. mungkin juga tidak adil saat saya berkata bahwa kesadaran penumpang maupun supir sangat rendah. Meskipun, kembali lagi pada fakta bahwa, saya dan teman2 komuter yang sejauh ini jelas2 diuntungkan dengan keberadaan angkot plat hitam tersebut - dalam hal waktu tempuh yang lebih singkat. Kami juga yang memilih utk menggunakan moda transportasi itu, tentu saja, seharusnya kami siap dengan resiko yang ada.

Kadang, saya memilih duduk di depan, saat safety belt yang dipasang masih dapat berfungsi dengan baik. Which means, banyak mobil angkutan plat hitam yg melaju dengan kec min 80 km per jam, tp baik supir maupun penumpang yg duduk di depan tidak menggunakan safety belt.

Not to mention kondisi ban yang sudah kurang layak... :(

Menyedihkan? Memang... 

Tapi apa kami, para komuter punya pilihan?

Dengan kondisi jalan yang sedemikian 'sempurnanya', tentu saja hampir tidak. Saya harus menggunakan kata hampir karena kami masih bisa menggunakan angkutan plat kuning, yang juga berarti berangkat kurang lebih 30 menit lebih awal. Kondisi fisiknya? kurang lebih sama.. Ugal-ugalannya.. kurang lebih sama juga pastinya... *sigh.. 

Tidak adil rasanya kalau saya mengeluhkan hal tersebut, namun memang demikian adanya...

Saya sering mengalami saat2 beberapa teman komuter mendorong para supir utk mengambil bahu jalan maupun zig zag. Mereka berdalih - takut telat.

Gosh..

Tidak  dapat saya pungkiri bahwa salah satu hal yg membuat kita tidak nyaman adalah ketika kita telat, apapun penyebabnya.

Namun, bukankah itu berarti kita harus berangkat lebih pagi? Keberadaan bahu jalan seharusnya memang untuk hal yang urgent saja. - hal yg membuat saya hampir 2x mengalami tabrakan ketika pak supir baik hati yang mendapatkan surat izin mengemudi entah darimana, dengan cerdasnya mengambil bahu jalan lalu menekan pedal gas sampai mentok :(

Sebagai penumpang, saya rasa kita harus lebih peka, setidaknya tidak encourage mereka for harsh driving. Seringkali permintaan yang diajukan adalah - yg cepet ya ?

Goodness.. Saat kita melakukan hal yang reckless seperti itu? Maka patut dipertanyakan, apakah kita punya cukup kesadaran untuk sayang pada diri sendiri dan orang2 sekitar kita.

Mengharapkan orang lain utk punya kesadaran yang sama bak menggarami laut - karenanya .. tanpa memulai dari diri sendiri, maka tidak ada yang akan berarti... 

Statement yang membuat saya teringat akan salah seorang pemuka agama yang sempat saya idolakan.. 

Think big.. Act Now... 

Jadi.. sampai saat ini.. saya terus berkata.. Safety First?? Well.. Not Entirely... 


*ditulis dalam perjalanan dengan angkot plat hitam... sambil terus berpikir.. Gustiiiiii.. kapan ya bisa naik angkot yang aman.. SIM nya beneran legal?? .. Semoga saja cepat terwujud.. Amieeennnn.. 

Minggu, 25 Desember 2011

Do the RIGHT thing..




hai hai..

Setelah sekian lama terserang both baking blues and writers block.. (Eh buseeeeettt.. Kata lain dari keduanya adalah MALAS - sodare sodare..) Padahal banyak banget isi kepala yang perlu dituangin ke blog maupun notes.. Akhirnyaaa saya dapat triggernya... Apalagi kalau bukan berurusan dengan salah satu major test pack people *eyes rolling... Muter2 a'la spongebob ...

Jujur, harus saya akui bahwa saya bukan orang yg paling sabar di dunia maupun yang paling benar.. Tapi urusan kantor.. I have to do what I have to do..

Salah satu case yg paling nyebelin adalah saat instruksi yang sejalan dengan peraturan dijalankannn.. Tapi yang bersangkutan dengan sok taunya mengkritik hal yang jelas2 tidak dipahami..

Dalam bahasa awamnya.. Bagaikan sayur lodeh dibilang gulai.. Ckckck.. Saat seseorang yang mengais rizki di negeri ini, mempertanyakan rules ..maaf tapi mungkin lebih tepatnya meminta kita untuk menabrak ataupun mengacuhkan rules yang ada.. Sorry to say mister.. Tapi sepertinya dimana bumi dipijak maka disitulah langit dijunjung..

Rules are still rules..

Demikian penjelasan saya masalah dokumen2 keimigrasian yang sedikit bermasalah pada salah seorang expat di kantor.

Professionalisme seorang pemimpin wajib dipertanyakan saat timbal balik yang dilakukan adalah dengan berhenti melaksanakan tugasnya ketika keinginannya tidak diberikannn

Bikin gw pengen garuk2 meja pake penggaris panjang.. Beneran!!! Serius!!!

Where on earth that we get such a childish leader who can't look a single thing from different angle?? My dear boss said - well I'm trying to wear his shoes.. As he might be feeling inconvenient...

Aaarrgghh.. Pak boss yang baik hati (asliii. setelah the norwegian man, he"s the no 2..- kind hearted man).. Nothing is right with this man.. Kehilangan beberapa teman yg dulu di tim-nya semata2 banyak yg putus asa saat harus berkomunikasi dengannya.. Jelas2 he's having attitude problem..

Mister ajaib to the max - mungkin itu yg paling tepat yaaa..

Duluuu banget saat saya di rolling ke negeri tetangga.. Jaman badung.. Jaman masi mikir cetek.. Jaman masi seneng nglayap... Saya sempat terlibat percakapan dengan beliau..

Waktu itu.. Saya dan beberapa teman janjian di raffless hotel - cman gara2 pengen nyobain Singapore sling - aka cocktail yang rasanya kok mirip2 sanmol (check with en.wikipedia.org/wiki/Singapore_Sling) *plllzzzzz.. Its just my humble opinion.. Dan abis itu saya beneran nyari teh panas dengan harapan bisa ngilangin rasa 'obat batuk enkasari' itu di mulut,,,

Komen beliau waktu itu cukup mengagetkan..

'Well, where did u get the money.. I thought u can't afford to have a shot there'... Komen yg bikin saya nganga dan serta merta menanggapinya dgb senyum sambil ngomong.. Well, incase that u don't know.. I'm quite rich.. I can even buy u a shot as well there *kampreeeeettttt... Sape die yeeeee...

Waktu hal tersebut saya critakan kepada ayah saya (alm..) Beliau hanya senyum sambil berkata.. Sudahlah.. People like that will suffer when there's no one he can humiliate or disrespect..

Aahh.. Komen yang melegakan dan sering saya ingat sampai sekarang .. Anyhoooo... Sepertinya the man memang hanya bisa dekat dengan orang2 yang punya at least persamaan dgnnya - jelas2 i have none..

Yg pertama, I don't smoke, no longer being a social drinker, definitely not a bilyard fan and so far alhamdulillah I'm not a hanky panker kind of lady yang bisa haha hehe sana sini dengan laki2 .. Yg ada gw bakal muntah dengan suksesnya tiap saat :(( *yaikzzz  


Ish.. Kenapa arahnya jadi ngomongin orangg??  (Beberapa teman baik pasti tauu deh siapa yang saya maksud *hehehe.. ) 


*sigh... namanya hidup.. sometimes memang tidak selalu seperti yang kita harapkan ya.. 


Anyhow.. setelah posting yang sedemikian riweuh dan ngebosenin buat sebagian orang.. i think i have to admit.. that doing the right thing is never easy.. from some perspective.. off course.. 


But.. ones gotta do what she gotta do... 


This is it!!.. im wrapping this out.. daaann sampai ketemu lagiiii... dengan celotehan2 ga penting ini.. :D 


Rabu, 21 Desember 2011

Who am I?

Hi readers...

Saat2 blogging kali ini merupakan saat menjelang kantuk yang menakjubkan..  Mata 5 watt tapi pengen upload ga penting gitu dweh.. wkwkkw...

anihoo...

Iseng2 browsing gambar-gambar binatang buat ngasi pelajaran bahasa inggris ke para pelangi.. eh.. ndilalah nemu ini : Donbutsu-uranai...

When you are judge by your date of birth.. Guess who am i??




You are Silver Raccoon, who is delicate in that, you still hold girlish innocence and prettiness. 

Your facial expression and action is also gentle, and tends to be bit of a poser.

Even though you are gentle and quiet, there is side of you that can not control your self-indulgence. 

You don't talk much, but are a proud person and will not easily listen to other people. 
This makes you stiff and obstinate.

You possess calmness that will not be moved by situations. 

You tend to judge people coolly. 

Personality wise, you have strong emotions, and if the situation is about yourself, you tend to be easily influenced.

In personal relationships, you prefer to keep long relations than to have a short one.

Once you have met a person who would understand you, you try to keep that relationship forever --> baaanggett cyiinn.. 

To do this, it may be getter if you could broaden your acquaintance, and at the same time broaden your field of interest, and develop yourself as a human being. 

You are not very good at organizing and clearing up. --> oh sooo true.. 

You prefer to spend your time outside socializing. 

You are suited to stay out that to stay at home.



Well.. bener kan gak penting.. hehehe..

Masi banyak banget crita atau resep yang bakalan gw upload.. percaya deh.. kalo gak ngantuk ato hectic sangat pasti gw upload...

Hoahhhmm.. nitey nitey alleemaall.. *xoxo

Minggu, 23 Oktober 2011

Mie Schotel






Weekend ini, kok mendung menggayut ya.. jadi udaranya sangat mendukung untuk leyeh-leyeh.. 

Karena weekend juga waktunya untuk inspeksi lemari es, kelontong dll, makaa... saya putuskan untuk membuat MIE SCHOTEL....

Resep yang saya gunakan sebagai berikut : 


Bahan : 

1 bungkus mie telur - direbus hingga lunak/al dente
2 kaldu blok rasa ayam 
1/2 cangkir susu cair (gw pake 1 dancow sachet yang gw cairin)
4 butir telur 
2 buah wortel - dipotong kotak kecil
100 gr daging/ayam cincang
1 siung bawang putih - keprek
3 siung bawang merah - iris tipis
1 daun bawang - iris halus
2 sdm mentega
4 sdm minyak 
2 sdm terigu yang dicairkan dengan 1 cangkir air
garam, gula dan lada secukupnya

Cara membuatnya : 
1. panaskan 2 sdm minyak - tumis bawang merah dam putih sampai harum.. masukkan daging, dan wortel aduk2 hingga matang, tambahkan garam, gula, lada. 
2. masukkan mentega dan sisa minyak. - kecilkan api. 
3. Masukkan mie telur yang sudah direbus, tambahkan irisan daun bawang. 
4. Matikan api, angkat. 
5. Di bowl/baskom, masukkan mie, tambahkan susu cair, sisa minyak (gw pake olive oil, aromanya lainn.. ) dan telur yang dikocok lepas, kaldu blok dan larutan tepung terigu..  
6. Masukkan ke dalam ctakan/mangkuk kecil - kukus atau panggang hngga matang - biasanya setengah jam setelah air mendidih untuk kukus atau 45 menit di panggang dengan api 150' C. 

Note : mau lebih istimewa, ganti daging dengan smoked beef/chicken plus sosis, tambahin quick melt dan kasi sedikit italian seasoning - parsley/oregano/bayleaf/thyme/rosemary.. asli sedapnyooo.. hehehe 

Hasil jadi : 16 buah ukuran loyang bolu kukus :) 

Semoga resep di atas bermanfaat yaa.. Ada pertanyaan lebih lanjut? please feel free to ask..

Cheers and happy weekend :D 


Selasa, 27 September 2011

Macaroni Schotel a'la Dapur Kirana

Setelah sekian lama tidak update blog.. nggak publish resep.. tidak ada satu artikel maupun catatan kecil yang saya tulis.. *as usual.. dilanda virus kemalasan yang ruarrr biasa..

Maka ijinkan saya berbagi satu resep andalan lagi..

Semoga bermanfaat ya teman-teman :)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

Macaroni Schotel A'la Dapur Kirana

Bahan- bahan :

250 gr macaroni di rebus and matang, jangan terlalu mengembang

100 gr daging ayam rebus dan 100 gr smoked chicken - dipotong dadu

150ml kaldu dicampur dengan 2 sdm susu bubuk

1 siung bawang Bombay cincang dan 4 siung bawang putih cincang

100 gr mentega

4 btr telur

2 kaldu blok rasa ayam

1 sdm terigu

garam, lada dan gula secukup nya

180 gr keju / sebagian di parut dan sebagian di potong dadu

cara membuat adonan:

- panaskan mentega dan tumis bawang Bombay dan garlic sampe layu.
- masukkan rebusan ayam juga smoked chicken, aduk, lalu tambahkan larutan kaldu susu
- masukkan tepung sambil di aduk
- masukan kaldu blok dan keju potongan dadu ke dalam adonan
- masukkan makaroni
- kasih garam, lada dan sedikit gula (1 sdt) .
- Matikan api, masukkan kocokan telur, angkat dan tuang ke loyang yang sudah disemir margarine
- Kocok lepas 1 butir telur,siram ke atas adonan..lalu diatasnya tabur dengan keju parut
- Kukus kurang lebih 30 menit, baru panggang kurang lebih 20 menit.

Untuk pengguna Happy Call
- panasin happycall 1mnt sampe panas
- beri mentega 1 sdt, bolak- balik hingga semua bagian terlapisi
- masukkan adonan makaroni dan taburi keju parut
- waktu 5 menit di bagian bawah dan 5 menit di bagian atas, kalau mau agak kering maka waktu di tambah lagi
- Ingat, api harus selalu kecil agar tidak hangus :)

Psst.. masi hutang foto yaa... karena yang waktu itu bikin ndak sempet difoto..

Anihoowww... mugi2 manfaat.. monggo di modif.. perlu tambahan saran.. silahkan email ke :
bundaraissa@gmail.com...

Ditunggu.. :)

Jumat, 16 September 2011

Ethics and behaviour - sebuah refleksi diri

Baru-baru ini, seperti biasa saya mendapat banyak pelajaran berharga dari kejadian sehari-hari.


Banyaknya hal yang nampak sepele tapi menjadi refleksi buat saya.

Lahir dari keluarga yang cukup demokratis namun tetap penuh dengan unggah ungguh membuat saya punya stock maklum yang lumayan. Saya sangat bersyukur punya seorang ibu yang mengajar kami untuk disiplin dan kritis. Sebagai tandem beliau adalah almarhum ayah saya yang sangat santai dan membumi. Sejauh ini, menurut suami tercinta, saya mewarisi nyentriknya mama juga sifat papa yang sangaaaattt santai sampai terkadang perlu digebah tapi juga bisa murka durjana sewaktu diperlukan (a few good friends knows me so well they can even read my face when something piss me off).

Sekarang? Menjadi ibu dari 2 pelangi yang membanggakan bagai melihat refleksi diri sendiri saat saya kecil.

The moment they are here, means that the learning process is just begin. Saat2 yang mencengangkan ketika saya seperti berkaca dengan tingkah laku mereka sehari2. Saat2 yang mendebarkan saat mereka mendebat saya ataupun suami dengan pikiran maupun logika mereka yang menakjubkan.

Saat hal2 yang dibicarakan tidak sesuai, biasanya putri saya yang paling keras mengingatkan.. And I love her for doing it. Mengingatkan saya untuk terus belajar bersabar dan memegang komitment.. Sementara si ragil biasanya akan memeluk saya sambil berkata ' bukannya waktu itu bunda bilang kalau .... ' (Hal yang selalu membuat saya bagai disiram air sejuukkk..- si kecil memang jiplakan ayahnya...)

Dalam kehidupan sehari2 pun saya berusaha memberikan contoh nyata mana yg boleh dilakukan dan mana yang tidak.

Mengetahui bahwa si pelangi hampir di bully sempat membuat saya murka. Tapi.. Bukankah ini benar2 waktu yg tepat utk memperlihatkan kepada mereka bahwa cara2 itu tidak benar?

That they must have their self esteem.. Bahwa memang etika, behaviour pada awalnya berasal dari pendidikan kita sebagai orang tua.. Dan terkadang kedua hal tersebut diatas TIDAK berbanding lurus dengan pendidikan, harta, maupun jabatan.

Saat mereka mulai membandingkan ataupun mempertanyakan cara2 saya dalam mendidik maka saya dan suami kompak menjelaskan bahwa setiap keluarga mempunyai aturan yang berbeda. Bahwa kami patut menghargai mereka yang mempunyai aturan berbeda yang buat logika saya terkadang agak membingungkan.

Tapiiii.. Lagi-lagi hal tersebut merupakan hal yg relatif. Bukankah itu berarti saya membuka pintu bagi kedua pelangi hati untuk membuka mata selebar-lebarnya, membandingkan dan belajar? Hal yang memang membutuhkan waktu lebih saat menjelaskan secara verbal alasan2 di balik perlakuan tidak menyenangkan yang mereka terima. Di balik penjelasan panjang lebar kami, tentu saja tujuan akhir saya adalah agar mereka mengerti bahwa perbuatan tersebut tidak patut ditiru..

Jujur saja, mungkin cara mendidik kami bagi sebagian orang akan dianggap 'bikin anak kuper aka gak gaul aka telat..' Tapiiii .. Bukankah banyak jalan menuju roma? sekali lagi.. Mungkin persepsi saya berbeda dengan banyak orang tentang bagaimana mendidik buah hati kami... (Dalam hal ini - I wud care less on what people think and say.. )

Buat saya dan suami.. Buah hati kami Merupakan refleksi dari kami berdua. Kami pun berusaha dengan maksimal agar mereka jadi insan yang jauh lebih baik dibanding kami berdua.

Semoga dan semoga mereka berdua tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai2 yang kami tanamkan sejak awal...

Senin, 05 September 2011

In a Wacky Tacky Kind of Thing..


Understanding that we, as human being have our own metamorphz..
Changing from something into another form, trying to be better and better, even the best we could

In many ways, I have encounter amazing things in life.. Meeting a lot of people, whom get along very well.. and some just choose different path as mine (whom i appreciate .. :) .. )

Witnessing and even experiencing the metamorph myself. Still feeling amazed when facing the result.. whether its predictable or unpleasant suprised.. But as wise man said... ones should walk on their own.. and im doing mine..

Seeing my own footprints on the sandy pavement, knowing that somehow... what we encounters was not always for real.

Like a movie that keep flashing my mind.. a place where i used to fell in love with seem to be full of nonsense. Witnessing lots of crappy things that confuses me most of the time, also remind me of how many grey areas in life we are in.

Well... those hanky pankers that created problems are just around.. in every corner of life.. also in every part of our lives... And later on... i know what to do...

I choose to do my part and only my part.. nothing more.. nothing less..

By doing that.. at least i encounter only mine.. not theirs.. :)