Kamis, 01 Agustus 2013

Untuk Putra Kami Tersayang..


Dear son,

Pagi ini, genap 6 tahun sudah engkau menemani hari-hari kami. 69 bulan berlalu , saat Allah memberikan kami rizki yang tak pernah disangka - menghadirkan engkau ke dalam keluarga kecil kami.

Menghiasi hari-hari sehingga hidup terasa jauh lebih bermakna. Mengajarkan kami apa artinya mencintai dan dicintai dengan tulus. Membuat kami terperangah saat kata pertama yang kau ucapkan adalah 'jam dinding' , tak lupa membuat bunda kehilangan kata-kata saat menyadari bahwa Allah memang memberikan anugerah terindahnya melalui dirimu..

Terimakasih ya nak.. Karena sudah menjadi pelita bagi hidup kami, orang tuamu yg jauh dari sempurna ini.

Terima kasih sudah menjadi anak shaleh, yang selalu mengingatkan kami untuk shalat tepat waktu, dengan berlari menuju mesjid saat adzan dikumandangkan.

Terimakasih, sudah menjadi penyemangat bunda untuk berhijab, dengan senantiasa berkata 'bunda lebih cantik setelah pakai kerudung'.. Maupun saat menyempatkan diri mengingatkan bunda untuk tidak lupa makan siang di kantor..

Maafkan keterbatasan kami, namun Ayah dan bunda akan terus berusaha! berdoa,  mendidik dan membekalimu, agar menjadi anak shaleh. Ketahuilah nak, tidak ada yang lebih membahagiakan bagi kami, selain melihatmu tumbuh sehat dan menjadi anak yg shaleh.

Happy milad pelita jiwa kami.. Semoga engkau bisa menjadi seorang pemimpin yang adil, shaleh dan bertanggung jawab, sebagaimana doa kami selama ini..

Aamiin yaa rabbal a'lamiin..


Jakarta, 9 juni 2013

For our dearest princess..

Dearest princess kirana,

Hari ini, tepat 91 bulan yang lalu, saat kami menerima kabar bahwa Allah mempercayakanmu kepada kami. Teringat usg pertama bunda, saat-saat pertama menyadari keberadaanmu yang masih sebesar biji aPPle.. - hampir tak percaya rasanya bahwa kami dipercayakan anugerah sepertimu, nak.
Merasakan tendanganmu pertama kali 3 bulan kemudian yang diikuti dengan kenyataan bahwa harus dilahirkan lebih cepat karena adanya lilitan dua kali di leher dan posisi yang melintang.

Membuat ayah dan bunda semakin cemas, namun dengan bismillah, penuh pertolongan dari Allah, support penuh dari ayah, dan tim dokter yang jempolan, akhirnya bunda bisa melihatmu mengejapkan mata untuk pertama kalinya.

Jangan tanya rasanya seperti apa nak.. Sejuta kali lebih bermakna dari seluruh hadiah yg pernah kami terima, sampai terlupakan sakit bekas jahitan yang mendera..

Kini, 7 tahun sudah mengisi hari-hari kami, membuat hidup kami lebih bermakna dan berwarna.
Mengajarkan kami apa arti mencinta tanpa syarat, membuat kami bersyukur tiada henti atas salah satu anugerah terindah dari Allah. P

ermata hati tersayang, di ulang tahunmu yang ke7 ini, ijinkan kami mendoakanmu.. agar menjadi seorang muslimah yg shaliha.

Seperti yang sudah bunda ungkapkan.. Pintu surga terbuka saat engkau dilahirkan nak..

Maafkan kami, orangtuamu yg masih jauh dari sempurna dalam mendidik.

Kami hanya punya cinta yang insya Allah tak terbatas ruang serta waktu, dan sedikit pengetahuan untuk ditularkan.

Terima kasih sudah menjadi kebanggan kami selama ini, menjadi contoh terbaik bagi adikmu tersayang.

Terimakasih sudah terus senantiasa belajar, mendengar, bertanya hingga nilai2mu senantiasa membanggakan.

Tetap semangat ya nak..
We are so proud of you.
Doa kami teriring untukmu..
Lots of love, hugs and kizzez
Ayah & Ibun Jakarta, 11 june 2013

Jumat, 05 Juli 2013

Saat Pelangi Hati Berbenah Diri untuk Kelas Baru :D

Sejak minggu lalu, putri saya tersayang selalu minta saya menbawakan sebuah cerita menjelang tidur.




Membawakan cerita disini bukan berati membaca dari buku, melainkan mengarang bebas.. Dengan judul yang dia tentukan, kadang request diberikan sehari sebelumnya,tidak lain dan tidak bukan agar saya siap menjawab pertanyaan yang dia ajukan dan tidak ada alasan untuk 'tidak siap' .. (Well, yeah - she's my daughter, what can you expect?..)



Singkat cerita, judul berkisar dari.. Kancil dan kupu-kupu (jauh banget dari kisah kancil dan buaya- karena disini saya juga bercerita metamorfosa dari ulat menjadi kupu-kupu) , cinderella dan teman-temannya (dan ini bercerita sambil menyanyi bak ira maya sopha ya..) snow white kesiangan sampai 'Go green'..



Yang menarik disini adalah, saat cerita usai, dan sebelum berdoa sebelum tidur, kirana selalu mengulang cerita saya, bercerita dengan detail yang menurut saya mencengangkan, tentu saja dengan logika yg sederhana, disertai pertanyaan2 seperti.. 'Kenapa snow white bangun setelah dicium bun.. Memang pangeran itu muhrimnya? Hal yg membuat saya berfikir bahwa putri saya tidak menganggap itu hanya sekedar dongeng dan kembali menyusun skenario agar sesuai dengan logikanya :d ...



Hari minggu tanggal 30 juni lalu, saya menghadiri orientasi utk orang tua siswa. Saat mengikuti acara tersebut, barulah saya paham, kenapa putri saya kerap meminta saya bercerita, lalu mengulang dengan seksama sampai detil.



Ternyata, sekolah anak2 kami akan menggunakan kurikulum 2013, dimana digunakan metode tematik integratif. Anak akan diajak mengenal satu tema secara mendalam yang menjadi penggerak mata pelajaran yang lain. Sebagai siswa kelas 2, raissa akan dituntut untuk bisa menceritakan kembali suatu cerita, maupun membuat kesimpulan. Hal yg membuat saya paham knapa timbul pertanyaan2 saat saya bercerita, lalu pembahasan akan meluas kemana-mana. :)



Jujur, saya kaget saat tau akan hal itu. Pertama-tama, untuk dapat menarik sebuah kesimpulan, berarti dia harus memperhatikan, menangkap isi permasalahan atau inti cerita, kemudian menuangkannya ke dalam beberapa kalimat. Hal yang jelas2 puteri saya kerap lakukan sejak kami memulai sesi 'bercerita' itu.



Saat saya tanyakan mengenai hal tersebut, sambil tersenyum dia berkata .. "Iya bun, mbak sudah tau.. Kan bu guru bilang kalau di rumah nanti saat liburan, mbak harus banyak latihan bareng ibun"..



Dengan muka yg bingung, saya bertanya "maksudnya? ".. "Ibun nih ya.. Ya seperti itu, ibun cerita nih, nanti ibun tanya2 apa saja yg ibun ceritakan, lalu gantian mbak buat kesimpulan".. "Mbak mau, nanti pas masuk mbak sudah biasa bikin kesimpulan .. Jadi kan mbak selama liburan juga belajar bun".. "Ayah dan bunda pasti senang kan kalau mbak dan adek nanti bisa di kelas.. Adek latihan menulis, mbak juga belajar malamnya.."



Sejenak saya terdiam.. Lalu saya menambahkan.. 'Jadi rupanya mbak tengah berbenah diri ya, siap-siap untuk kelas baru?'..



"Iya bun, adek juga kan skarang setiap hari latihan menulis, jadi aku juga harus belajar, .. Kan kata ibun, aku harus jadi contoh untuk adek.. Kalau aku nggak belajar, nanti adek malas juga mengerjakan tugas yg ayah bunda kasih'...



Sekejap saya terdiam, sambil tersenyum, saya pelukk putri kecil saya.. "Terima kasih sudah mau belajar dan senantiasa jadi contoh baik untuk adek ya nak.."





Subhanallah... Dalam masa liburnya, saat saya dan suami belum punya budget lebih untuk mengajak kedua belahan jiwa liburan, saat itu pula mereka sudah menemukan caranya sendiri untuk mengisi waktu, dan membuat hubungan kami lebih bermakna.



Lagi-lagi saya belajar banyak dari kedua pelangi hati kami, kalau waktu yang kami berikan memang lebih dinanti. Menyadari saat para pelangi hati bahkan sudah bersiap untuk hal2 yang baru semntara saya masih membiarkan segala sesuatu mengalir dan kadang sangat kurang siap dalam menghadapi banyak hal.



Sujud syukur, matur nuwun Gusti Allah.. Matur nuwun sanget atas seluruh anugerah yang diberikan, matur suwun telah diingatkan...



Kamis, 04 Juli 2013

Sus Goreng



Sus Goreng...

Resepnya menyusul di update yaa.. :)

Kamis, 04 April 2013

Recipe

Setelah sekian lama absen..

I think writing two recipes is just far from satisfactory..

However, i think some people may need these :

Dadar telur oriental

Bahan2 :

50 gr udang kupas - dicincang
100 gr ayam cincang
2 batang daun bawang - iris kasar
1 siung garlic - cincang
50 gr bawang bombay - iris halus
4 btr telur - kocok lepas
50 ml susu -diaduk dgn 1 sdt tp beras
1/2 sdt minyak wijen
5 rawit merah (optional)
Garam,lada, dan pala bubuk sesuai selera

Cara membuat :
1. Panaskan 1 sdm minyak, tumis bwng putih, bwg bombay sampai harum.
2. Masukkan ayam cincang dan udang cincang - aduk2 3. Tambahkan, garam, lada. Matikan api lalu tambahkan minyak wijen.
4. Dalam kocokan telur - campurlkan tumisan isi, daun bawang, susu lalu cabe (optiobal), tambahkan sedikit garam, lada dan pala.
5. Goreng dalam cetakan omelet atau, wajan biasa.

Sajikan dengan butter rice, atau nasi hangat biasa..


Untuk snack... yang ini juga seru lho..


Oriental spring roll

Bahan2 :
150 gr udang kupas - dicincang
100 gr ayam cincang
4 batang daun bawang - iris halus
2 siung garlic - cincang
2 btr telur - kocok lepas
6 batang daun ketumbar/cilantro - cincang halus Stgah cangkir kacang tanah tanpa kulit - goreng lalu cincang kasar
8 lembar lettuce - iris halus
1 sdt minyak wijen
1 sdt gula,
1/2 sdt Garam dan sedikit lada
Saus hoisin dan sambal bangkok sbg pelengkap Kulit lumpia kualitas baik utk lumpia goreng atau rice paper utk lumpia basah.

Cara membuatnya :

1.Adonan isi
- panaskan 1 sdm minyak , tumis bwng putih dan bombay sampai harum.
- masukkan ayam dan udang, aduk2, lalu tuang kocokan telur, kembali aduk2 hingga berbutir-butir.
- tambahkan garam, gula dan lada
- aduk dgn daun bawang, daun ketumbar dan minyak wijen

Cara membuatnya :

Versi goreng

1. Rentangkan kulit lumpia, letakkan 1 sdm irisan lettuce, 1/2 sdt kcg tanah cincang, lalu adonan isi sesuai selera
2. Gulung lalu rekatkan dgn larutan kental tpg sagu - sisihkan.
3. Lakukan sampai adonan isi habis - goreng dalam minyak banyak sampai kekuningan. Sajikan dgn sambal bangkok dan hoisin sauce

Versi basah :

1. Rendam sebentar bahn trang dlam air dingin
2. Angkat - sisihkan
3. Masukkan adonan isi dan sayur (daun bawang, cilantro dan lettuce) juga kacang cincang
4. Tambahkan sedikit saus hoisin di dalamnya (gunakan plastik segitiga saat spuitting saus hoisin agar lebih mudah)
5. Gulung - sajikan Dengan sambal bangkok atan larutan nampla,asam jawa, gula dan cabai rawit cincang.

Jujur saja, saya lupa jepret penampakannya saat sudah mateng.. keburu habis dikunyah.. hehehe

Well,.. selamat mencobaaa... :D

Kamis, 29 November 2012

Ketika Saya Memilih... (gak ada kaitannya sama Pilkada.. )

Hello everyone..



Judul diatas saya pilih saat saya membaca komentar seseorang pada sebuah artikel di salah satu portal berita. Berita mengenai bencana alam yg melanda salah satu negeri di belahan bumi yang berbeda.

Bencana tersebut melanda suatu negeri yang selama ini diklaim paling 'ngaco' aka 'blagu' seantero jagat, dan katanya merupakan sesuatu yg wajar jika kemudian tertimpa bencana *sigh...

Well, let me tell u something, yg namanya bencana alam itu, pasti korbannya juga banyak manusia2 yg gak bersalah. Seorang teman berkomentar 'halah, paling banyak orang kafir yg mati nad'.. :(

Salah satu komentar yg membuat saya terhenyak.. Kok segitunya ya.. Berkaca pada kejadian2 lalu memang ada azab yg diturunkan pada kaum2 tersebut, namun lepas dari itu, siapalah kita ini? Sesama umat namun berani menghakimi umat lain?

Terlahir di keluarga dengan beragam latar belakang merupakan berkah yang tak terkira.

Kenapa?

Saya jadi bisa melihat sesuatu dari banyak sisi, memaklumi kondisi yang juga mempunyai banyak segi..

Saya nyaman membaca tweet teman-teman liberal, dan bisa senyum2 saat mendengar celotehan teman2 muslim saya yg sangat taat syariah (which I admire them the most). Namun tetap mengernyitkan dahi saat mendengar celotehan beberapa kenalan yg tidak jauh dari 'perang- hancurkan-boikot dan sebagainya' .. (May God leads their way..)..

Dan sampai sekarang tidak habis berfikir saat ada seorang pemuka agama yg gemar sekali melontarkan kata-kata tajam atas nama dakwah - hal yg kemudian saya maklumi mengingat kemampuan berkomunikasi orang memang berbeda ... - sekali lagi.. bahkan berbicarapun merupakan pilihan meskipun tujuan akhirnya benar ..

Saya memaklumi pilihan salah seorang sahabat dan memeluknya saat dia mengeluhkan salah satu tempat ibadahnya dibakar :(.. Hal yang buat saya merasa sangat ironis ...

Buat saya, they are just different fm others. Nothing more than that..

Teman yg tidak percaya akan adanya tuhan? I'm fine with them, karena pada waktunya nanti mereka akan tahu dengan pasti kebenaran yg hakiki.. Sekali lagi .. Siapalah saya yg berani menghakimi org lain atas sesuatu yg hanya nampak di permukaan?

Saya punya sejuta maklum saat seorang teman wanita berkata "aku nanti aja deh mbak pake jilbabnya.. Yang penting jilbabin hati"..

Kenapa? Because I was in that situation..

Dan.. Alhamdulillah, matur suwun sanget Gusti Allah yg telah membukakan mata saya dalam hal ini.

Sekali lagi, karena saya percaya proses. Saya percaya proses seringkali membutuhkan waktu yg tidak sedikit.. Sikap maklum yg sering membuat banyak teman dan kerabat mempertanyakan keimanan saya, mencap saya muslim tanggung.. namun saya rasa.. iman memang bukan sesuatu yang bisa dilihat dari permukaan.. Hal yang lagi-lagi membuat saya tidak berani sembarangan mencap ini dan itu :)

So? Apa poinnya?

Hidup itu penuh dengan pilihan..

Saya memilih hidup nyaman, bertetangga dengan banyak hal yg ajaib namun membuat saya banyak tersenyum..

Saya memilih berteman dengan orang-orang dari beragam suku, agama, ras, tingkat sosial berbeda dan sebagainya.

Saya memilih percaya bahwa Allah menciptakan manusia dengan beragam jenis, memeluk keyakinan yg berbeda tentunya dengan tujuan mulia.. MenjadikanNya rahmat bagi semesta alam..

Hal yg sedemikian simpel, namun dengan ego yg segunung 'saya yg paling benar' bisa membuat dunia menjadi tempat yg tidak nyaman untuk sesama.

Hidup itu memang penuh dengan pilihan teman-teman..

Surga dan neraka milik sang pencipta. Saya memilih untuk tidak menciptakan neraka di dunia, dan kerja keras menggapai surga..

Saya juga memilih utk menerima keanekaragaman yang ada, kemudian bersyukur bahwa saya diberikan kemampuan untuk hidup rukun bersama mereka.

Semoga saudara2 saya yg sedang tertimpa musibah, di belahan bumi manapun, despite of who they are.. diberikan kekuatan untuk menghadapinya.

Be strong fellas..

As rainbow comes up after the rain... And every cloud has its silver lining...

:)



Blessing in Disguise..? Well.. not entirely..

Kalau melihat judulnya mungkin akan terlihat, tulisan ini berisikan rentetan peristiwa 'masih untung' ...



Well.. To be truth ... Menurut tante wiki, blessing in disguise adalah suatu keadaan yg terlihat tidak menguntungkan bagi banyak pihak, tapi satu sisi menyenangkan..or A misfortune that has an unexpected benefit.


Nah.. Untuk saya .. Blessing in disguise saya adalaaaaahhh - suara dan muka yang sangat mudah dikenali alias pasaran ...


Saya ceritakan yaaa....


Beberapa tahun yang lalu, saya bertugas mengurus protokoler salah satu higj level di perusahaan. tujuan saya pagi itu adalah bandar udara soekarno hatta. Setibanya di sana, saya yg cukup repot dengan bawaan file (as always) berpapasan dengan seorang ibu setengah baya , yang buat saya luar biasa cantiknya..


Sang ibu ditemani 2 orang lelaki tinggi tegap, tampak tersenyum ramah kepada saya. Sejenak saya teringat, kalau kemungkinan besar beliau salah satu teman tante saya tersayang.. Daaannn saat sang ibu menyapa, serta merta saya membalas ucapan beliau.. Dengan segenap peluk cium, ramah tamah dan tawaran berkunjung kerumahnya.


Percakapan kami berlangsung singkat namun meriah. Kenapa dibilang meriah? Karena beliau memang sangat akrab, bahkan sempat menanyakan dimana saya mengeriting rambut saya sambil berkelakar...


Sampai beliau diingatkan oleh salah satu pria dengan ucapan formal dan tegas 'bu, kita ditunggu'... Lalu beliau memeluk saya dan berlalu sambil melambaikan tangan..


Sambil tersenyum, saya iseng memperhatikan mobil yang dinaiki beliau.


Lalu??? Mak deg..

Eh, kenapa beliau naik mobil yg bernomor kecil ya. Masi ternganga dan berusaha mencerna siapa beliau?? Saya melihat bahwa ada 1 sedan di depan dan 1 sedan di belakang... Nah lho.. #makin ndredeg..

Daaannn saya akhirnya tau siapa beliau... saya akhirnya tau dimana saya suka melihat beliau..

Ya di koraaaannn...

Gusti Pangeran... No wonder her face looks familiar... Or my face looks very familiar to her... Duhhhh... bener2 blessing that i look soooo familiar to her... kalo nggak? kira2 apa yang akan dilakukan para pengawalnya itu terhadap saya ya.. ??

Kejadian kedua - lobby menara prima.


Terjadi awal tahun lalu.. Saat itu saya dan teman sekantor akan pergi makan siang. Di lobby, saya melihat seorang wanita yang berjalan melintas dekat kami.

Saat melihat saya, saya tersenyum kecil seraya mengangguk.... Daaannn si mbak tadi mendadak ramai..lalu menyapa "ehhh mbaaakkk... Apa kabarnyaaa... Lama bangeeett kita gak ketemu..."...

Saya agak kaget .. Lalu berusaha mencerna sambil menerima pelukan hangat si mbak... Sambil terus mendengarkan si mbak tadi berbiicara dengan hebohnya, saya terus berusaha mengingat.. Dimana kira2 saya pernah kenal beliau?

erlanjut kurang lebih 2 menit sampai si mbak pamit karena ada appointment di gedung sebelah.... Saya hanya mengiyakan dan melambaikan tangan...

Saat wulan - teman sekantor saya menanyakan siapa mbak yg tadi, dengan mantap saya menjawab ... "Saya mgkin lupa, tp seingat saya, memang saya tidak kenal dengan beliau' ...".. - dannn teman sekantor saya sukses tertawa sambil geleng-geleng kepala...

Karena obrolan tadi memang tidak mencerminkan kalau kita pernah kenal - or I think she thought that I'm someone else ... :)

Whoaaa... (Tutupmuka)

Yang terakhir dan baru saja terjadi adalah ketika saya pulang kantor. Transportasi utama saya menggunakan angkutan umum plat hitam..

Benar saudara- saudara.. Angkutan umum plat hitam yg dilarang itu lhooo.. Nanti di tulisan saya berikutnya akan dibahas ya...

Anyway... Melanjutkan cerita diatas... Suatu sore sehabis hukan, seperti biasa mobil-mobil temenan aka macet.

Saya dengan bawaan saya yg ajaib itu - alhamdulillah dapat satu tempat kosong di omprengan. Malang bagi saya, hari itu saya pakai rok sementara undak-undak mobil agak tinggi yang harus saya naiki..

Kebayang rempongnya saya.... Bangku di depan saya yang sudah terisi, diduduki oleh pria separuh baya . Saya dengan bawaan yg rempong itu berusaha tersenyum sambil berusaha menaiki mobil.

Percaya atau tidak, pria tadi turun lalu menawarkan diri utk membawakan tas jinjing saya sementara saya naik.

Speechless, saya mengiyakan sambil bertErima kasih. Selanjutnya saya bertanya langsung, "pak, mohon maaf.. Apa kita pernah kenal? Terima kasih sudah membawakan tas saya tadi..."..

Apa jawabnya coba.. Sambil tersenyum kecil beliau menjawab bahwa wajah saya mirp dengan salah satu ex co-workernya...

Alih2 tersenyum, saya tertawa ... Dunia oh dunia...

Jadiii...nikmat manakah yang engkau dustakan??? (Teringat surat Ar Rahman.. )

Blessing in disguise? Buat saya blessing all the time.. Despite of the saying that I look and sound familiar.. I enjoy every second of it...

Again, matur nuwun sanget Gusti Allah... Matur nuwunnnn pokoknya mah :)

*ditulis dalam perjalanan pulang dalam oMprengan tercintah sambil nonton mobil temenan