Assalamualaikum Wr. Wbr.,
Dear all,
Sudah beberapa waktu saya tidak bisa mengatur waktu saya untuk kembali mengisi blog..
Lumutan, berjaring laba-laba, dan entah apa lagi blog ini.. :|
Tapi,.. ada beberapa peristiwa yang sempat menohok benak saya, bikin kesel maksimal.
Hal yang sebenarnya bodoh banget kalau dipikir lebih lanjut.. etapiiii.. kalau ndak kutulis.. mengko makin duongkoooollll...
Begini ceritanya..
Semua teman saya.. rata-rata tau kapasitas saya sebagai muslim, maupun seperti apa saya memandang umat agama lain.. Ini bukan masalah latar belakang, tapi sungguh tak nyaman rasanya, menjadikan agama, kutipan, atau tafsir jadi sumber perdebatan..
Somehow, saya gak abis pikir.. Pengertian saya mengenai agama yang saya anut, mungkin masi jauh dibawah rata-rata.. Tapi saya tau pasti, bahwa agama yang saya anut, adalah agama yang paling sempurna.. karena itu, dalam penerapannya juga harus sempurna.. Sempurna memayungi seluruh alam semesta...
Lha wong cara bersetubuh aja diatur di kitab suci ini kok.. apalagi model bagaimana bicara dan bersikap dengan sesama ciptaanNya?
Nah.. kebetulan belakangan heboh bukan kepalang.. kontroversi sang Cagub Ibukota, sang Petahana.. yang terpancing ngomongin Tafsir Surat Al Maidah ayat 51..
Pffttt...to be frank, dalam hati kecil saya.. saya agak bingung, meskipun ndak bisa liat hal yang dianggap salah.. I watch the video from the beginning.. Daann.. memang video tsb sudah dipotong..
Baca terjemahan resmi Kemenag yang beda sama terjemahan banyak negara lainnya di dunia.. dimana awliya diterjemahkan sebagai pemimpin.. sementara hal tersebut, dari banyak tafsir, berarti Ally atau sekutu, atau bahkan 'teman baik' ...
Kalau mau liat asbabun nuzulnya, maka ada penyebab ayat tsb turun.. #sigh.. tapi saya sungguh enggan membahas yang bukan kapasitas saya.. percuma.. ntar ada yang tanya.. pasti saya gak bisa jawab.. lha wong kapasitas saya ya kuwi thok... #sigh
Nah.. karena saya seringkali 'bunyi' di sosmed.. saya mendapati beberapa kawan lama.... iya kawan lama.. yang dengan entengnya menuduh saya.. "mengaji berbeda', pro syiah, apalah apalah dan lantas mempertanyakan keimanan saya..
Ladhalaahhhh..
Jujur.. harusnya saya gak kaget ya... lha saya juga.. semena-mena sharing, padahal itu kan laman saya pribadi #satir ..
Tapi.. itu benar-benar ranah pribadi.. sama pribadinya kayak ada yang nanya.. "Elu kalo disatronin lakiloe ngapain aja?".. Monyong tingkat tinggi pokoknya... Bukan cuman ego yang kesentil disini.. tapi juga mm.. harga diri.. - sampe disini sepertinya saya lebay.. .
Nah.. buat yang kenal saya, tentu tau kalau saya jarang sekali mengeluarkan kata-kata yang kurang senonoh.. tapi jujur.. beberapa pertanyaan itu menjijikkan sekali... Beneran deh.. Ada banyak hal yang memang dilanggar dengan sengaja, dan cenderung melecehkan..
Yang pertama.. ini sosial media.. ada banyak pilihan.. ya gak usah di follow lah kalau gak suka.. toh saya juga tenang2 liat yang sumbu pendek.. gak suka hati, block.. atau mau kasi pelajaran.. laporin aja ke fesbuk.. ajak yang lain ngelakuin hal yang sama.. kalo perlu bikin fake account..
Etapi.. model kayak saya apa mau buang waktu ngurusin sendal jepit sapi begitu? Ya nggak lah.. males banget.. Asli...
Lagipula, kalau ndak siap baca yang berseberangan, lha tulis diari aja jeh.. gitu aja kok repooootttt.... btw,hal ini juga merupakan nasihat saya ke anak perempuan saya lho.. jadi, anda paham derajat kekesalan saya kan.. #sigh
Pada akhirnya, saya hanya menarik napas panjang, lalu berpikir...
1. Saya menghadapi barisan sumbu pendek yang mungkin, secara syariah jauh diatas saya.. (ini mungkin, meskipun kemungkinannya diatas 50 persen mereka lebih apal apa isi qur'an ketimbang saya, yang juz 30 aja ngos-ngosan)..
Lha.. kalo udah tau begitu, ngapain saya buang2 waktu ngeladenin.. dah pasti kalah laaahh.. udah sumbu pendek, apal ayat lagi.. Metong dahhh..
2. Karena untuk menasihati kawan lama aja, mereka tidak menggunakan adabnya.. adab yang dianjurkan rasulullah.. lha.. ngapaiiinnn juga saya dengerin.. Lha wong tujuannya itu bukan mendengarkan kok.. tapi mempermalukan..
Phrases I am much better than you are... I am a much better muslim than you are..
Nah.. untuk menjaga kestabilan time line.. ya hal yang saya lakukan adalah menanggapinya dengan santai.. sebagaimana seharusnya..
Jujur, hanya orang-orang yang tidak paham saya, yang berani bicara demikian,.. Dan sepertinya, saya memang sudah tidak punya keinginan lagi untuk menjelaskan posisi saya yang sebenarnya..
Why should i? I dont have any obligation to explain those things.. Percuma..
Jadi saya ya beneran santai.. menempatkan seluruh pertanyaan yang diajukan dengan santai.. menempatkan posisi mereka2 menjadi teman-teman saya, yang salah sangka..
Apa lagi saya tau.. mungkin maksud mereka baik.... maksud lainnya.. wallahu alam bis shawab.. Its none of my business, anyway..
Sehabis kejadian itu ada beberapa teman yang mengirimkan Private Message, menyatakan dukungannya terhadap saya, termasuk kekagetan akan hal yang terjadi.. Iya.. dan lagi-lagi.. saya sangat santai menyikapinya...
Seriously.. the smartest thing to deal with nonsense is to keep your sanity at the highest level.. and Im trying to do my best on it.. Setidaknya, sampai saat ini, hal itu yang saya lakukan...
#sigh...
Sebenarnya masi banyak yang bisa saya tuangkan.. tapi jujur.. kok tiba-riba saya merasa lelah..
Lelah untuk membicarakannya.. sekedar menuliskan rasa saja sudah sedemikian melelahkan, apalagi yang menjalaninya cobak..
Pada akhirnya.. saya merasa bahwa hubungan baik itu memang harus dipelihara..
Caranya? Use your common sense...
Sebelum anda protes dan bertanya, kenapa saya tidak berpegang pada aturan agama.. saya mau tanya satu hal... Aturan yang mana yang saya belum patuhi? Banyak sih.. tapi please be spesific..
Among the craziest session of the year.. i need to keep my sanity.. and having all those hatred... is one of the most disgusting thing ever...
Selamat malam.. selamat beristirahat semua..
Semoga Gusti Allah senantiasa memberika hidayah kepada kita semua ...
Ingat satu hal... Innamal A'maalu Bin Niyat... Semua tergantung pada niatnya..
Hal yang membuat saya, mendoakan teman-teman, agar dilembutkan hatinya.. Percayalah, apa yang kalian lakukan, hanya akan semakin menjauhkan umat dari khittahnya...
Wassalamualaikum Wr Wbr. ..
Minggu, 23 Oktober 2016
GDP Batch 2 - my half babies
Well..
i am calling them my half babies..
As im not the only one who handle the matters. Handling only probably half of the process, as I shall not be around soon.. when they are all onboard..
Seeing the process, ... looking at their spirit.. makes me realize that i was like that a loongg time ago.. and still am... in the new venture, of course...
Anyway. glad to get and deliver them to IMC's door..
Hoping all the best for all.. i really do..
Selasa, 09 Februari 2016
11 years of holding hands and more
Bebe ....
I know that I always get cheesy when writing a short note
about us ... Yes cheesy might be a right word ...
There are times when I wonder why some people doubt our
marriage, and yet we broke their prejudice for making the enchanting journey
together ...
There are times when everything we have are laying in
pieces and need to be settled ...
But again, you did it. With all the doubt and inpatience
look ... And no hesitance in finishing the puzzle.
Thank you for an
amazing 11 years... I have no doubt for having you as my imam...
Thank you for endless hugs, kizzez, laughter and
understanding - which become my strength to face the hardest day..
Thank you for all the patience when I need it, by just
hugging me tight when words were no longer needed..
Last but not least, thank you for accepting me, for who I am ..
The promise we made is for a lifetime - and ii can't wait
to be at your side in any life adventure we are going to have.
I love you - and I don't need to explain how much I do
...
Rabu, 20 Januari 2016
2015 - a year full of suprises
Dear Readers..
Seperti biasa, setiap akhir tahun, saya menyempatkan diri untuk membuat sebuah tulisan, refleksi perjalanan hidup kami berempat dalam setahun..
Bagi saya dan keluarga kecil kami.. tahun ini, laiknya perjalanan menggunakan rollercoaster.. yang dimulai sejak matahari terbit.... diiringi rintik gerimis dan semburat pelangi.. dan akhirnya.. senja yang menyejukkan hati..
Iya.. menyejukkan hati..
Tahun ini, saya kembali dibukakan mata akan seluruh kebesaranNya..
Tahun penuh kerja dan syukur.. tahun dimana saya harus mengurai.. menguatkan hati dan memberanikan diri untuk melangkah..
Bukan.. bukan untuk pergi.. tapi untuk mencoba hal-hal yang baru untuk keluarga kami..
Dimulai dari perubahan job desc saya di kantor.. yang menharuskan saya meluangkan sedikit waktu untuk belajar mengenai banyak hal mengenai kepersonaliaan.. or People and Organization (in a smart-ass words.. )
Disela banyaknya kesibukan.. dan belahan jiwa tersayang, mati-matian support, meluangkan waktunya untuk mengambil alih yang seharusnya menjadi tugas saya untuk mengurus anak-anak dan berdagang kecil-kecilan..
Hal yang membuat hati saya seringkali terasa hangat.. ketika malam menjelang.. dan beliau menyempatkan diri memeluk dan mencium kening saya seraya mengucap terima kasih atas seluruh jihad yang dilakukan seharian..
Ketika ramadhan tiba, dan beberapa hari menjelang idul fitri.. Mas suami tersayang mendapat panggilan untuk bekerja yang membuat kami seketika berusaha menyelaraskan harmoni yang sudah tertata..
Lalu? apa lagi yang bisa saya pinta?
Tahun ini, saya belajar bahwa keluarga adalah prioritas utama.. tanpa ada pengecualian..
Mendapat tambahan anggota keluarga baru.. yang pasca remaja, ternyata menambah kesibukan untuk saya.. iya.. kesibukan baru belajar bagaimana berbagi kasih sayang, sekaligus deg-deg an saat banyak berbagi cerita...
Well..
Pada akhirnya.. lagi-lagi, ya memang hanya kepada Gusti Allah tempat kita bersandar..
Dari ragam peristiwa yang ada.. banyaknya hal yang diluar nalar.. maupun segala kebetulan yang memang diatur olehNya.. maka tak ada lagi hal yang lebih masuk akal, selain bersandar padaNya..
Matur suwun sanget atas tahun yang penuh kejutan, Gusti allah..
Kami percaya bahwa sebaik-baiknya pelindung, sutradara maupun penulis cerita adalah Engkau, dan karenanya,, kami pun bersandar padaMu..
Jadikan kami muslim yang kaffah, keluarga yang sakinah mawaddah warahmah..
Aamiin..
Seperti biasa, setiap akhir tahun, saya menyempatkan diri untuk membuat sebuah tulisan, refleksi perjalanan hidup kami berempat dalam setahun..
Bagi saya dan keluarga kecil kami.. tahun ini, laiknya perjalanan menggunakan rollercoaster.. yang dimulai sejak matahari terbit.... diiringi rintik gerimis dan semburat pelangi.. dan akhirnya.. senja yang menyejukkan hati..
Iya.. menyejukkan hati..
Tahun ini, saya kembali dibukakan mata akan seluruh kebesaranNya..
Tahun penuh kerja dan syukur.. tahun dimana saya harus mengurai.. menguatkan hati dan memberanikan diri untuk melangkah..
Bukan.. bukan untuk pergi.. tapi untuk mencoba hal-hal yang baru untuk keluarga kami..
Dimulai dari perubahan job desc saya di kantor.. yang menharuskan saya meluangkan sedikit waktu untuk belajar mengenai banyak hal mengenai kepersonaliaan.. or People and Organization (in a smart-ass words.. )
Disela banyaknya kesibukan.. dan belahan jiwa tersayang, mati-matian support, meluangkan waktunya untuk mengambil alih yang seharusnya menjadi tugas saya untuk mengurus anak-anak dan berdagang kecil-kecilan..
Hal yang membuat hati saya seringkali terasa hangat.. ketika malam menjelang.. dan beliau menyempatkan diri memeluk dan mencium kening saya seraya mengucap terima kasih atas seluruh jihad yang dilakukan seharian..
Ketika ramadhan tiba, dan beberapa hari menjelang idul fitri.. Mas suami tersayang mendapat panggilan untuk bekerja yang membuat kami seketika berusaha menyelaraskan harmoni yang sudah tertata..
Lalu? apa lagi yang bisa saya pinta?
Tahun ini, saya belajar bahwa keluarga adalah prioritas utama.. tanpa ada pengecualian..
Mendapat tambahan anggota keluarga baru.. yang pasca remaja, ternyata menambah kesibukan untuk saya.. iya.. kesibukan baru belajar bagaimana berbagi kasih sayang, sekaligus deg-deg an saat banyak berbagi cerita...
Well..
Pada akhirnya.. lagi-lagi, ya memang hanya kepada Gusti Allah tempat kita bersandar..
Dari ragam peristiwa yang ada.. banyaknya hal yang diluar nalar.. maupun segala kebetulan yang memang diatur olehNya.. maka tak ada lagi hal yang lebih masuk akal, selain bersandar padaNya..
Matur suwun sanget atas tahun yang penuh kejutan, Gusti allah..
Kami percaya bahwa sebaik-baiknya pelindung, sutradara maupun penulis cerita adalah Engkau, dan karenanya,, kami pun bersandar padaMu..
Jadikan kami muslim yang kaffah, keluarga yang sakinah mawaddah warahmah..
Aamiin..
Rabu, 30 Desember 2015
Departure.. Such an unpleasant event..
Dear Readers,
As you might can see from the title.. a departure of a good colleagues, breaks my heart..
And again.. this is my dear boss..
I know.. this might have been the 3rd times in just 2 years..
Yesss.. this is the man, ,who taught me so much in such a little time..
More that years i spent with other superiors..
He had me from hello.. simple conversation, into endless discussion and shocking assignment..
He laughed to all my silly jokes and little secrets we share..
Reading each other gestures without saying words, which most of the time, end with laughters..
Arguing about lots of things.. from office matters into which color that fit to man or woman (yeah, i know.. sometimes things like that happens )
What relieve me.. is knowing how relieve he is for the decision he made..
What relieve me.. is knowing that he'll still be around..
What relieve me.. is the happiness i can see from his eyes that look tired days before..
At the end.. i shall not say Good Bye..
As good bye means go away.. and it means forgetting..
I shall say " May our path cross and till we meet again"..
All the best, pak..
Thank you for being part of our journey..
We believe, that life will always treat you well..
Aamiin..
Slipi, 30th Dec 2015
Rabu, 23 Desember 2015
A small house (not) in a prairie...
Dear Readers, ...
Beberapa waktu yang lalu, saya iseng browsing foto-foto sepupu saya... dan menemukan gambar diatas ini,.. iya ini adalah pondok mungil milik alm eyang putri.. yang saat ini sudah bukan lagi menjadi milik kami..
Rumah mungil milik alm eyang ini terletak beberapa meter dari pasar Cimacan, Cipanas Puncak.. dan tepat berada di depan SD Negeri Cimacan . Terdiri dari 2 kamar, dan halaman depan yang cukup untuk membuat saya bisa mengenali perbedaan antara frambozen, murbei dan strawberry.. Juga tempat saya mengenali perbedaan antara kadal dan bunglon (dan fakta bahwa hampir pingsan ketika tiba2 mereka loncat kearah saya :s ) tanaman2 perdu yang cantik-cantik.. dan finally.. fakta bahwa pengetahuan saya akan aneka hewan dan tumbuhan sangat terbatas. :) (well.. im a city girl, what else shall i say? .. )
Disini, tertoreh banyak kisah menyenangkan, tanpa ada sekelumit duka di dalamnya..
Tempat saya menghabiskan libur sekolah dengan alm eyang putri.. belajar hiking pertama kali ke Cibodas.. sampai kali pertama paham bahwa ada hal-hal diluar nalar yang terjadi di dunia..
Teras depan adalah tempat saya berbagi secangkir kopi susu dengan alm papa, dan beberapa teman masa kecil .. menghabiskan malam sambil bercerita tanpa akhir, ditemani petikan gitar, canda tawa yang tak berakhir.. sampai pagi menjelang.. Tempat para pendahulu saya berbagi pengalaman, diselingi kalimat-kalimat tuah dan selalu diakhiri oleh alhamdulillah..
Rumah ini, memang mungkin hanya terlihat laiknya little house (not) in a prairie.. tapi buat saya dan banyak sepupu saya.. Setiap sudut punya cerita yang berbeda.. Sejarah tertoreh disana.. bukan hal yang menyedihkan.. tapi rasanya.. hanya melihat foto nya saja.. masih terngiang rasanya di telinga saya.. sapaan pagi mang ali - yang sop sapi buatannya jadi favorit saya dan alm eyang putri setiap pagi.. atau harum pepes buatan bu haji yang melegenda di keluarga kami.. Wangi teh melati segar seduhan alm eyang dan pisang goreng maupun kudapan kecil lainnya yang entah kenapa mengingatkan saya akan banyak hal...
Mengigatkan saya, bahwa hidup memang hanya untuk bersandar padaNya.. Melihat kesungguhan para petani,peladang, maupun pedagang di pasar yang tak seberapa besar bersungguh-sunguh dalam melakukan pekerjaannya.. Melihat mereka bersyukur, dan menyambut pagi dengan gembira.. lalu pulang ke rumah menjelang senja, dan masih dalam raut penuh suka..
Dulu, tentu hal demikian tidak pernah sedikitpun terlintas.. tapi sekarang? betapa hal yang sedemikian terlihat sepele ternyata memang penuh makna . Dan kadang.. kita memang tidak butuh mengerti.. tapi menerima tanpa banyak tanya..
Dan laiknya mentari terbit dan tenggelam.. rumah yang dulu pernah menjadi persinggahan kami.. saat ini memang telah berpindah kepemilikannya.. Membawa jutaan cerita dibalik rentetan peristiwa.. bagi kami, yang pernah singgah disana.. Pada akhirnya, hal-hal yang tersisa memang hanya tumpukan cerita tanpa tepi penuh makna..
That little house is gone.. but the memories remain.. :)
- jatiasih, desember 2015-
Selasa, 24 November 2015
Are we bound with memories?
Pagi ini,
Saya di beri kesempatan untuk menyusuri jalan-jalan.. yang telah belasan kali saya lalui.. dan belasan tahun tidak pernah saya kunjungi..
Hari ini saat mengantar putera bungsu saya mengikuti FESMI (festival tahfidz metode UMMI), yang bertempat di daerah Cihanjuang, Cimahi secara tak disengaja, mobil yang saya tumpangi melewati kawasan Komplek Siliwangi, Cimahi. Iya.. memang di kawasan inilah alm eyang kakung - adik laki-laki dari alm eyang putri saya pernah tinggal..
Mobil yang saya tumpangi, melewati tikungan Pura yang berjarak 2 rumah dari bekas rumah dinas beliau.. Hanya diujung jalan memang.. namun terlihat sekilas rumah yang dulu kerap saya kunjungi saat liburan.. Rumah bernomor D 10 ini memang memberikan banyak cerita kepada saya, banyak sepupu saya, bahkan juga sang mantan pacar yang jadi partner hidup saya - mas suami tersayang.. Rumah yang mengajarkan pada saya.. kalau 'fresh cloves" has the best smell , dan rumah yang selalu memberikan cerita tak lekang waktu pada kami..
Di rumah yang terakhir saya kunjungi beberapa waktu sebelum alm papap berpulang, semuanya terasa begitu menakjubkan bagi saya.. sungguhan..
Memang, bagi sebagian orang.. pemilihan kata 'menakjubkan' terdengar berlebihan.. but.. i mean it.. Saya jatuh cinta pada pola keramik lantainya.. Art deco kata sebagian orang.. langit-langitnya yang tinggi.. kamar mandinya yang luas.. sampai derap langkah yang biasa terdengar saat semua orang terlelap.. iya benar.. saat semua orang terlelap, kecuali saya yang berusaha mencari tau itu derap siapa, dan akhirnya memilih untuk memejamkan mata setelah lama-lama terbiasa mendengarnya.. Tempat saya mendengarkan kisah-kisah masa lalu alm eyang.. sampai banyaknya hal-hal absurd yang hanya dapat dipahami oleh ketajaman rasa yang terasah oleh waktu..
Di tempat yang sama, saya belajar menghargai kenangan, yang terukir dan dibesarkan oleh waktu. Menghargai sepotong ontbijtkoek hangat dengan secangkir teh melati, dan serangkai kisah tanpa akhir berbau cengkeh segar. Menikmati sepiring nasi goreng sosis buatan almh eyang, sambil menghafal beragam resep warisan Kel Banoe, .. dan berusaha sekeras mungkin maklum saat timbul perdebatan ketika diskusi, mengesampingkan seluruh friksi dan menerima perbedaan pandangan tanpa gugatan, dalam sesuatu forum yang kemudian saya panggil dengan nama "KELUARGA"..
Saya di beri kesempatan untuk menyusuri jalan-jalan.. yang telah belasan kali saya lalui.. dan belasan tahun tidak pernah saya kunjungi..
Hari ini saat mengantar putera bungsu saya mengikuti FESMI (festival tahfidz metode UMMI), yang bertempat di daerah Cihanjuang, Cimahi secara tak disengaja, mobil yang saya tumpangi melewati kawasan Komplek Siliwangi, Cimahi. Iya.. memang di kawasan inilah alm eyang kakung - adik laki-laki dari alm eyang putri saya pernah tinggal..
Mobil yang saya tumpangi, melewati tikungan Pura yang berjarak 2 rumah dari bekas rumah dinas beliau.. Hanya diujung jalan memang.. namun terlihat sekilas rumah yang dulu kerap saya kunjungi saat liburan.. Rumah bernomor D 10 ini memang memberikan banyak cerita kepada saya, banyak sepupu saya, bahkan juga sang mantan pacar yang jadi partner hidup saya - mas suami tersayang.. Rumah yang mengajarkan pada saya.. kalau 'fresh cloves" has the best smell , dan rumah yang selalu memberikan cerita tak lekang waktu pada kami..
Di rumah yang terakhir saya kunjungi beberapa waktu sebelum alm papap berpulang, semuanya terasa begitu menakjubkan bagi saya.. sungguhan..
Memang, bagi sebagian orang.. pemilihan kata 'menakjubkan' terdengar berlebihan.. but.. i mean it.. Saya jatuh cinta pada pola keramik lantainya.. Art deco kata sebagian orang.. langit-langitnya yang tinggi.. kamar mandinya yang luas.. sampai derap langkah yang biasa terdengar saat semua orang terlelap.. iya benar.. saat semua orang terlelap, kecuali saya yang berusaha mencari tau itu derap siapa, dan akhirnya memilih untuk memejamkan mata setelah lama-lama terbiasa mendengarnya.. Tempat saya mendengarkan kisah-kisah masa lalu alm eyang.. sampai banyaknya hal-hal absurd yang hanya dapat dipahami oleh ketajaman rasa yang terasah oleh waktu..
Di tempat yang sama, saya belajar menghargai kenangan, yang terukir dan dibesarkan oleh waktu. Menghargai sepotong ontbijtkoek hangat dengan secangkir teh melati, dan serangkai kisah tanpa akhir berbau cengkeh segar. Menikmati sepiring nasi goreng sosis buatan almh eyang, sambil menghafal beragam resep warisan Kel Banoe, .. dan berusaha sekeras mungkin maklum saat timbul perdebatan ketika diskusi, mengesampingkan seluruh friksi dan menerima perbedaan pandangan tanpa gugatan, dalam sesuatu forum yang kemudian saya panggil dengan nama "KELUARGA"..
Menyusuri jalan, melewati deretan gedung-gedung kuno, menunjukkan banyak hal kepada putera saya.. menceritakan betapa bahagia masa kecil saya, yang punya banyak keluarga dengan ragam pemahaman berbeda..
Membukakan wawasan baru padanya.. bahwa.. cinta kasih itu yang mendekatkan
kita.. sampai tiba-tiba saya teringat.. saya memang terkadang sangat terikat
dengan banyak kenangan.. Im so into it.. without exceptions.. Saat menuliskan
notes ini pun.. rasanya memang tak hanya sekedar kenangan.. tapi juga torehan
yang tertinggal di lembar kehidupan saya..
Hmm..
Lahul fatihah untuk kalian semua, Papap, Eyang -eyang tersayang.. dan bude.. .
Perjalanan ke daerah Bandung.. memang selalu mengingatkanku akan kalian.. Saya percaya, Gusti Allah pasti memberikan kalian tempat yang lebih indah.. dari yang pernah saya jalani dengan kalian.. aamiin YRA
Langganan:
Postingan (Atom)











