Jumat, 05 Juli 2013

Saat Pelangi Hati Berbenah Diri untuk Kelas Baru :D

Sejak minggu lalu, putri saya tersayang selalu minta saya menbawakan sebuah cerita menjelang tidur.




Membawakan cerita disini bukan berati membaca dari buku, melainkan mengarang bebas.. Dengan judul yang dia tentukan, kadang request diberikan sehari sebelumnya,tidak lain dan tidak bukan agar saya siap menjawab pertanyaan yang dia ajukan dan tidak ada alasan untuk 'tidak siap' .. (Well, yeah - she's my daughter, what can you expect?..)



Singkat cerita, judul berkisar dari.. Kancil dan kupu-kupu (jauh banget dari kisah kancil dan buaya- karena disini saya juga bercerita metamorfosa dari ulat menjadi kupu-kupu) , cinderella dan teman-temannya (dan ini bercerita sambil menyanyi bak ira maya sopha ya..) snow white kesiangan sampai 'Go green'..



Yang menarik disini adalah, saat cerita usai, dan sebelum berdoa sebelum tidur, kirana selalu mengulang cerita saya, bercerita dengan detail yang menurut saya mencengangkan, tentu saja dengan logika yg sederhana, disertai pertanyaan2 seperti.. 'Kenapa snow white bangun setelah dicium bun.. Memang pangeran itu muhrimnya? Hal yg membuat saya berfikir bahwa putri saya tidak menganggap itu hanya sekedar dongeng dan kembali menyusun skenario agar sesuai dengan logikanya :d ...



Hari minggu tanggal 30 juni lalu, saya menghadiri orientasi utk orang tua siswa. Saat mengikuti acara tersebut, barulah saya paham, kenapa putri saya kerap meminta saya bercerita, lalu mengulang dengan seksama sampai detil.



Ternyata, sekolah anak2 kami akan menggunakan kurikulum 2013, dimana digunakan metode tematik integratif. Anak akan diajak mengenal satu tema secara mendalam yang menjadi penggerak mata pelajaran yang lain. Sebagai siswa kelas 2, raissa akan dituntut untuk bisa menceritakan kembali suatu cerita, maupun membuat kesimpulan. Hal yg membuat saya paham knapa timbul pertanyaan2 saat saya bercerita, lalu pembahasan akan meluas kemana-mana. :)



Jujur, saya kaget saat tau akan hal itu. Pertama-tama, untuk dapat menarik sebuah kesimpulan, berarti dia harus memperhatikan, menangkap isi permasalahan atau inti cerita, kemudian menuangkannya ke dalam beberapa kalimat. Hal yang jelas2 puteri saya kerap lakukan sejak kami memulai sesi 'bercerita' itu.



Saat saya tanyakan mengenai hal tersebut, sambil tersenyum dia berkata .. "Iya bun, mbak sudah tau.. Kan bu guru bilang kalau di rumah nanti saat liburan, mbak harus banyak latihan bareng ibun"..



Dengan muka yg bingung, saya bertanya "maksudnya? ".. "Ibun nih ya.. Ya seperti itu, ibun cerita nih, nanti ibun tanya2 apa saja yg ibun ceritakan, lalu gantian mbak buat kesimpulan".. "Mbak mau, nanti pas masuk mbak sudah biasa bikin kesimpulan .. Jadi kan mbak selama liburan juga belajar bun".. "Ayah dan bunda pasti senang kan kalau mbak dan adek nanti bisa di kelas.. Adek latihan menulis, mbak juga belajar malamnya.."



Sejenak saya terdiam.. Lalu saya menambahkan.. 'Jadi rupanya mbak tengah berbenah diri ya, siap-siap untuk kelas baru?'..



"Iya bun, adek juga kan skarang setiap hari latihan menulis, jadi aku juga harus belajar, .. Kan kata ibun, aku harus jadi contoh untuk adek.. Kalau aku nggak belajar, nanti adek malas juga mengerjakan tugas yg ayah bunda kasih'...



Sekejap saya terdiam, sambil tersenyum, saya pelukk putri kecil saya.. "Terima kasih sudah mau belajar dan senantiasa jadi contoh baik untuk adek ya nak.."





Subhanallah... Dalam masa liburnya, saat saya dan suami belum punya budget lebih untuk mengajak kedua belahan jiwa liburan, saat itu pula mereka sudah menemukan caranya sendiri untuk mengisi waktu, dan membuat hubungan kami lebih bermakna.



Lagi-lagi saya belajar banyak dari kedua pelangi hati kami, kalau waktu yang kami berikan memang lebih dinanti. Menyadari saat para pelangi hati bahkan sudah bersiap untuk hal2 yang baru semntara saya masih membiarkan segala sesuatu mengalir dan kadang sangat kurang siap dalam menghadapi banyak hal.



Sujud syukur, matur nuwun Gusti Allah.. Matur nuwun sanget atas seluruh anugerah yang diberikan, matur suwun telah diingatkan...



Kamis, 04 Juli 2013

Sus Goreng



Sus Goreng...

Resepnya menyusul di update yaa.. :)

Kamis, 04 April 2013

Recipe

Setelah sekian lama absen..

I think writing two recipes is just far from satisfactory..

However, i think some people may need these :

Dadar telur oriental

Bahan2 :

50 gr udang kupas - dicincang
100 gr ayam cincang
2 batang daun bawang - iris kasar
1 siung garlic - cincang
50 gr bawang bombay - iris halus
4 btr telur - kocok lepas
50 ml susu -diaduk dgn 1 sdt tp beras
1/2 sdt minyak wijen
5 rawit merah (optional)
Garam,lada, dan pala bubuk sesuai selera

Cara membuat :
1. Panaskan 1 sdm minyak, tumis bwng putih, bwg bombay sampai harum.
2. Masukkan ayam cincang dan udang cincang - aduk2 3. Tambahkan, garam, lada. Matikan api lalu tambahkan minyak wijen.
4. Dalam kocokan telur - campurlkan tumisan isi, daun bawang, susu lalu cabe (optiobal), tambahkan sedikit garam, lada dan pala.
5. Goreng dalam cetakan omelet atau, wajan biasa.

Sajikan dengan butter rice, atau nasi hangat biasa..


Untuk snack... yang ini juga seru lho..


Oriental spring roll

Bahan2 :
150 gr udang kupas - dicincang
100 gr ayam cincang
4 batang daun bawang - iris halus
2 siung garlic - cincang
2 btr telur - kocok lepas
6 batang daun ketumbar/cilantro - cincang halus Stgah cangkir kacang tanah tanpa kulit - goreng lalu cincang kasar
8 lembar lettuce - iris halus
1 sdt minyak wijen
1 sdt gula,
1/2 sdt Garam dan sedikit lada
Saus hoisin dan sambal bangkok sbg pelengkap Kulit lumpia kualitas baik utk lumpia goreng atau rice paper utk lumpia basah.

Cara membuatnya :

1.Adonan isi
- panaskan 1 sdm minyak , tumis bwng putih dan bombay sampai harum.
- masukkan ayam dan udang, aduk2, lalu tuang kocokan telur, kembali aduk2 hingga berbutir-butir.
- tambahkan garam, gula dan lada
- aduk dgn daun bawang, daun ketumbar dan minyak wijen

Cara membuatnya :

Versi goreng

1. Rentangkan kulit lumpia, letakkan 1 sdm irisan lettuce, 1/2 sdt kcg tanah cincang, lalu adonan isi sesuai selera
2. Gulung lalu rekatkan dgn larutan kental tpg sagu - sisihkan.
3. Lakukan sampai adonan isi habis - goreng dalam minyak banyak sampai kekuningan. Sajikan dgn sambal bangkok dan hoisin sauce

Versi basah :

1. Rendam sebentar bahn trang dlam air dingin
2. Angkat - sisihkan
3. Masukkan adonan isi dan sayur (daun bawang, cilantro dan lettuce) juga kacang cincang
4. Tambahkan sedikit saus hoisin di dalamnya (gunakan plastik segitiga saat spuitting saus hoisin agar lebih mudah)
5. Gulung - sajikan Dengan sambal bangkok atan larutan nampla,asam jawa, gula dan cabai rawit cincang.

Jujur saja, saya lupa jepret penampakannya saat sudah mateng.. keburu habis dikunyah.. hehehe

Well,.. selamat mencobaaa... :D

Kamis, 29 November 2012

Ketika Saya Memilih... (gak ada kaitannya sama Pilkada.. )

Hello everyone..



Judul diatas saya pilih saat saya membaca komentar seseorang pada sebuah artikel di salah satu portal berita. Berita mengenai bencana alam yg melanda salah satu negeri di belahan bumi yang berbeda.

Bencana tersebut melanda suatu negeri yang selama ini diklaim paling 'ngaco' aka 'blagu' seantero jagat, dan katanya merupakan sesuatu yg wajar jika kemudian tertimpa bencana *sigh...

Well, let me tell u something, yg namanya bencana alam itu, pasti korbannya juga banyak manusia2 yg gak bersalah. Seorang teman berkomentar 'halah, paling banyak orang kafir yg mati nad'.. :(

Salah satu komentar yg membuat saya terhenyak.. Kok segitunya ya.. Berkaca pada kejadian2 lalu memang ada azab yg diturunkan pada kaum2 tersebut, namun lepas dari itu, siapalah kita ini? Sesama umat namun berani menghakimi umat lain?

Terlahir di keluarga dengan beragam latar belakang merupakan berkah yang tak terkira.

Kenapa?

Saya jadi bisa melihat sesuatu dari banyak sisi, memaklumi kondisi yang juga mempunyai banyak segi..

Saya nyaman membaca tweet teman-teman liberal, dan bisa senyum2 saat mendengar celotehan teman2 muslim saya yg sangat taat syariah (which I admire them the most). Namun tetap mengernyitkan dahi saat mendengar celotehan beberapa kenalan yg tidak jauh dari 'perang- hancurkan-boikot dan sebagainya' .. (May God leads their way..)..

Dan sampai sekarang tidak habis berfikir saat ada seorang pemuka agama yg gemar sekali melontarkan kata-kata tajam atas nama dakwah - hal yg kemudian saya maklumi mengingat kemampuan berkomunikasi orang memang berbeda ... - sekali lagi.. bahkan berbicarapun merupakan pilihan meskipun tujuan akhirnya benar ..

Saya memaklumi pilihan salah seorang sahabat dan memeluknya saat dia mengeluhkan salah satu tempat ibadahnya dibakar :(.. Hal yang buat saya merasa sangat ironis ...

Buat saya, they are just different fm others. Nothing more than that..

Teman yg tidak percaya akan adanya tuhan? I'm fine with them, karena pada waktunya nanti mereka akan tahu dengan pasti kebenaran yg hakiki.. Sekali lagi .. Siapalah saya yg berani menghakimi org lain atas sesuatu yg hanya nampak di permukaan?

Saya punya sejuta maklum saat seorang teman wanita berkata "aku nanti aja deh mbak pake jilbabnya.. Yang penting jilbabin hati"..

Kenapa? Because I was in that situation..

Dan.. Alhamdulillah, matur suwun sanget Gusti Allah yg telah membukakan mata saya dalam hal ini.

Sekali lagi, karena saya percaya proses. Saya percaya proses seringkali membutuhkan waktu yg tidak sedikit.. Sikap maklum yg sering membuat banyak teman dan kerabat mempertanyakan keimanan saya, mencap saya muslim tanggung.. namun saya rasa.. iman memang bukan sesuatu yang bisa dilihat dari permukaan.. Hal yang lagi-lagi membuat saya tidak berani sembarangan mencap ini dan itu :)

So? Apa poinnya?

Hidup itu penuh dengan pilihan..

Saya memilih hidup nyaman, bertetangga dengan banyak hal yg ajaib namun membuat saya banyak tersenyum..

Saya memilih berteman dengan orang-orang dari beragam suku, agama, ras, tingkat sosial berbeda dan sebagainya.

Saya memilih percaya bahwa Allah menciptakan manusia dengan beragam jenis, memeluk keyakinan yg berbeda tentunya dengan tujuan mulia.. MenjadikanNya rahmat bagi semesta alam..

Hal yg sedemikian simpel, namun dengan ego yg segunung 'saya yg paling benar' bisa membuat dunia menjadi tempat yg tidak nyaman untuk sesama.

Hidup itu memang penuh dengan pilihan teman-teman..

Surga dan neraka milik sang pencipta. Saya memilih untuk tidak menciptakan neraka di dunia, dan kerja keras menggapai surga..

Saya juga memilih utk menerima keanekaragaman yang ada, kemudian bersyukur bahwa saya diberikan kemampuan untuk hidup rukun bersama mereka.

Semoga saudara2 saya yg sedang tertimpa musibah, di belahan bumi manapun, despite of who they are.. diberikan kekuatan untuk menghadapinya.

Be strong fellas..

As rainbow comes up after the rain... And every cloud has its silver lining...

:)



Blessing in Disguise..? Well.. not entirely..

Kalau melihat judulnya mungkin akan terlihat, tulisan ini berisikan rentetan peristiwa 'masih untung' ...



Well.. To be truth ... Menurut tante wiki, blessing in disguise adalah suatu keadaan yg terlihat tidak menguntungkan bagi banyak pihak, tapi satu sisi menyenangkan..or A misfortune that has an unexpected benefit.


Nah.. Untuk saya .. Blessing in disguise saya adalaaaaahhh - suara dan muka yang sangat mudah dikenali alias pasaran ...


Saya ceritakan yaaa....


Beberapa tahun yang lalu, saya bertugas mengurus protokoler salah satu higj level di perusahaan. tujuan saya pagi itu adalah bandar udara soekarno hatta. Setibanya di sana, saya yg cukup repot dengan bawaan file (as always) berpapasan dengan seorang ibu setengah baya , yang buat saya luar biasa cantiknya..


Sang ibu ditemani 2 orang lelaki tinggi tegap, tampak tersenyum ramah kepada saya. Sejenak saya teringat, kalau kemungkinan besar beliau salah satu teman tante saya tersayang.. Daaannn saat sang ibu menyapa, serta merta saya membalas ucapan beliau.. Dengan segenap peluk cium, ramah tamah dan tawaran berkunjung kerumahnya.


Percakapan kami berlangsung singkat namun meriah. Kenapa dibilang meriah? Karena beliau memang sangat akrab, bahkan sempat menanyakan dimana saya mengeriting rambut saya sambil berkelakar...


Sampai beliau diingatkan oleh salah satu pria dengan ucapan formal dan tegas 'bu, kita ditunggu'... Lalu beliau memeluk saya dan berlalu sambil melambaikan tangan..


Sambil tersenyum, saya iseng memperhatikan mobil yang dinaiki beliau.


Lalu??? Mak deg..

Eh, kenapa beliau naik mobil yg bernomor kecil ya. Masi ternganga dan berusaha mencerna siapa beliau?? Saya melihat bahwa ada 1 sedan di depan dan 1 sedan di belakang... Nah lho.. #makin ndredeg..

Daaannn saya akhirnya tau siapa beliau... saya akhirnya tau dimana saya suka melihat beliau..

Ya di koraaaannn...

Gusti Pangeran... No wonder her face looks familiar... Or my face looks very familiar to her... Duhhhh... bener2 blessing that i look soooo familiar to her... kalo nggak? kira2 apa yang akan dilakukan para pengawalnya itu terhadap saya ya.. ??

Kejadian kedua - lobby menara prima.


Terjadi awal tahun lalu.. Saat itu saya dan teman sekantor akan pergi makan siang. Di lobby, saya melihat seorang wanita yang berjalan melintas dekat kami.

Saat melihat saya, saya tersenyum kecil seraya mengangguk.... Daaannn si mbak tadi mendadak ramai..lalu menyapa "ehhh mbaaakkk... Apa kabarnyaaa... Lama bangeeett kita gak ketemu..."...

Saya agak kaget .. Lalu berusaha mencerna sambil menerima pelukan hangat si mbak... Sambil terus mendengarkan si mbak tadi berbiicara dengan hebohnya, saya terus berusaha mengingat.. Dimana kira2 saya pernah kenal beliau?

erlanjut kurang lebih 2 menit sampai si mbak pamit karena ada appointment di gedung sebelah.... Saya hanya mengiyakan dan melambaikan tangan...

Saat wulan - teman sekantor saya menanyakan siapa mbak yg tadi, dengan mantap saya menjawab ... "Saya mgkin lupa, tp seingat saya, memang saya tidak kenal dengan beliau' ...".. - dannn teman sekantor saya sukses tertawa sambil geleng-geleng kepala...

Karena obrolan tadi memang tidak mencerminkan kalau kita pernah kenal - or I think she thought that I'm someone else ... :)

Whoaaa... (Tutupmuka)

Yang terakhir dan baru saja terjadi adalah ketika saya pulang kantor. Transportasi utama saya menggunakan angkutan umum plat hitam..

Benar saudara- saudara.. Angkutan umum plat hitam yg dilarang itu lhooo.. Nanti di tulisan saya berikutnya akan dibahas ya...

Anyway... Melanjutkan cerita diatas... Suatu sore sehabis hukan, seperti biasa mobil-mobil temenan aka macet.

Saya dengan bawaan saya yg ajaib itu - alhamdulillah dapat satu tempat kosong di omprengan. Malang bagi saya, hari itu saya pakai rok sementara undak-undak mobil agak tinggi yang harus saya naiki..

Kebayang rempongnya saya.... Bangku di depan saya yang sudah terisi, diduduki oleh pria separuh baya . Saya dengan bawaan yg rempong itu berusaha tersenyum sambil berusaha menaiki mobil.

Percaya atau tidak, pria tadi turun lalu menawarkan diri utk membawakan tas jinjing saya sementara saya naik.

Speechless, saya mengiyakan sambil bertErima kasih. Selanjutnya saya bertanya langsung, "pak, mohon maaf.. Apa kita pernah kenal? Terima kasih sudah membawakan tas saya tadi..."..

Apa jawabnya coba.. Sambil tersenyum kecil beliau menjawab bahwa wajah saya mirp dengan salah satu ex co-workernya...

Alih2 tersenyum, saya tertawa ... Dunia oh dunia...

Jadiii...nikmat manakah yang engkau dustakan??? (Teringat surat Ar Rahman.. )

Blessing in disguise? Buat saya blessing all the time.. Despite of the saying that I look and sound familiar.. I enjoy every second of it...

Again, matur nuwun sanget Gusti Allah... Matur nuwunnnn pokoknya mah :)

*ditulis dalam perjalanan pulang dalam oMprengan tercintah sambil nonton mobil temenan



Minggu, 01 Juli 2012

Small things matter... :)

Beberapa waktu yang lalu, seorang sahabat keluarga kami, menautkan saya pada catatan kecil yang ditulisnya.

Menekankan pentingnya perhatian pada hal-hal yang terlihat remeh temeh namun kok ya... bisa melenakan hati menyejukkan jiwa.. #istilah saya..



Berkaitan dengan tulisan beliau, saya ada sekelumit cerita yang intinya hampir sama.

Kurang lebih 2 minggu lalu, tengah malam saya dilarikan suami yang panik, melihat saya kesulitan bernafas.. Setelah dicek ini itu, ternyata itu produksi gas lambung berlebih, dampak dari saya yang katanya sering terlambat makan, stress maupun kurang istirahat.. #opothoyooo...

Dampak ke UGD tengah malam, dapat surat sakti dari dokter, yang berhasil saya nego untuk 2 hari kerja.. ;).. .

Saat-saat saya beristirahat di rumah, yang berarti juga mengistirahakan kompor dan oven... membuat saya mengucap syukur tak terhingga. Putri kami, terlihat begitu mandiri untuk anak umur 6 tahun yang merawat ibunya. Sabtu pagi saya hanya menginstruksikan 3 jenis menu masakan, and i was totally in bed. Jam 10 pagi.. dia membangunkan saya dan berkata 'ini serealnya bund.. diminum ya biar cepat sembuh'... Setengah mengantuk, saya habiskan segelas, lalu kembali tidur.

Sekitar jam 2 siang, dia kembali membangunkan saya, lalu bertanya.. 'bunda mau makan apa, biar mbak yang ambilkan (raissa selalu menyebut dirinya sendiri dengan sebutan 'mbak.. :)... ) Kembali saya terhenyak.. sambil tersenyum saya berkata "bunda makan apa yang mbak ambil buat bunda".. dan dia mengambil nasi beserta sayur dan lauk pauk - takjubnya semua dalam porsi saya... tak lupa segelas air  putih..

Sementara si ragil sibuk bergelung di kaki saya, sambil sesekali memijatnya... tak lupa dia setengah membujuk... "makan ya bun, biar bisa jalan-jalan lagi nanti sore"..

:)) ....

See when i told you that small things matter.... Saat itu.. saya sangat bersyukur dikaruniai pelangi2 jiwa.. yang memanjakan saya sedemikian rupa.. saat saya harus bed rest dirumah.. Dalam beberapa percakapan sehari-hari.. anak2 seringkali memeluk saya sambil berkata.. ' love you, bunda'.... and i told them.. that i love them more...

My life partner reminds me that sometimes, we didnt realize that we teach them to hug and kiss and share everyday.. hal-hal kecil yang untuk sebagian orang terlupakan, namun menjadi kebiasaan bagi kami sekeluarga...

Maybe, some people thought its the result that is essential. For us, the process... saat pelangi2 hati kami melakukan hal2 yang menyejukkan jiwa... we feel so blessed... Matur nuwun sanget Gusti Allah...Matur nuwun sanget atas rahmah yang berlimpah ini...

Semoga kami bisa terus mendidik amanahMu menjadi anak-anak yang shalih dan shaliha.. :)...

Amin YRA...






Jumat, 01 Juni 2012

Satu lagi tentang 'friendship'....


Beberapa sahabat dan teman baik saya, mulai terbiasa dengan istilah 'test pack people' yang saya gunakan..

Mereka adalah kerabat, maupun teman, bisa juga kenalan yang memberikan pelajaran berharga, sekaligus membuat saya bersyukur sambil terus beristigfar agar tidak menjadi bagian dari kelompok tersebut.

Seorang sahabat tersayang pernah bertanya kepada saya "jika memang mereka merupakan ladang pahala bagi sebagian orang, bukankah berarti kita harus bersyukur telah mengenal mereka. Sesingkat apapun, sepahit apapun? Dengan
demikian jelas maka kita bisa belajar dari hal itu..

Biasanya, saya hanya tersenyum dan menjawab.. Well bisa iya bisa tidak, kemudian menutup pembicaraan.. Kenapa? Bukankah benar atau salah pada koridor tertentu itu terpulang dari bagaimana seseorang melihat suatu masalah?

Pengalaman pribadi, yang sempat membuat saya bertanya-tanya.. Saat terjadi perbedaan persepsi hubungan pertemanan yang merupakan suatu hal yang wajar dengan beberapa sahabat baik saya...

Kami (saya dan beberapa sahabat), tidak pernah mempermasalkan hal-hal sepele yang hanya menjadi masalah saat kita masih remaja. Untuk saya dan sahabat-sahabat saya, menjadi seorang sahabat baik berarti : mempunyai empathy dengan sesama, tau bagaimana harus bersikap, berani bilang tidak jika tidak namun tetap sportif, mendukung sepenuh hati, punya integritas dan satu lagi yang tidak kalah penting : menghormati hak masing2 individu sebagaimana mestinya.

Dengan kata lain, be respectful...

Untuk itu, setiap perbedaan yang timbul memang harus dipahami.. Latar belakang yang berbeda, sedikit banyak tentu berpengaruh pada sudut pandang seseorang..

Saat kesalahpahaman membesar, maka bukan akal sehat yang bicara, melainkan ego.

Untuk itu, biasanya saya memilih untuk mudur lalu berfikir. Saat semua terasa begitu logis, saya hanya dapat  menyimpulkan bahwa kami memang mempunyai sudut pandang yang berbeda.

Lalu?

Ya sudah... Ketidak sePahaman bukan berarti harus diikuti dengan bersikap kekanakan,ataupun melakukan hal2 yang hanya akan membuat orang lain mengernyitkan dahi mereka kemudian berlalu sambil menahan tawa.

Seorang teman pernah berkata - sometimes a friend is like cloud, you feel much better when they are gone...

Lagi-lagi.. Iya dan tidak.

In a sense bahwa itu kekanak2an.. Maka saya memilih untuk tersenyum dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan.. Berlalu sambil berfikir bahwa hal itu merupakan pilihan. Saya memilih untuk menjadi seorang teman yang tetap berkata tidak saat hal itu merugikan, menolak intervensi pada hal2 yang bersifat sangat privacy dan tentu saja menghargai pilihan teman2 terbaik saya.
Salah satu kutipan pesan dari seorang teman 'memang lebih mudah mencari musuh ketimbang teman'..
Kutipan yang membuat saya bertanya-tanya? Apa hidup memang semata-mata harus teman atau lawan? Apa sedemikian banyaknya hal yang tidak bisa dikompromikan? Sedemikian sulitnyakah menahan lidah? Memberikan empathy, tidak menghakimi orang lain bahkan sampai mengintimidasi tidak langsung...

Jika hal itu yang terjadi.. Maka saya akan bertanya: 
hubungan pertemanan macam apa yang dilandasi hal tersebut? Bukankah seharusnya tidak ada superiority dalam hub yang sehat? bukankah setiap orang mempunyai 'free will' masing-masing, terlepas dari keinginan orang lain atau yang merasa superior..

Tapi, sekali lagi, tentu kita tidak bisa megajak orang lain untuk mempunyai sudut pandang yang sama? Kenapa? Tentu saja tidak lain dan tidak bukan karena kemampuan setiap orang untuk mencerna sebuah inti permasalahan pasti
berbeda. Apakah dengan demikian mereka bisa digolongkan test pack people?

Saya biarkan anda yang menilai.
Hidup ini sangat singkat, so I need to live my life at the fullest..

Maafkan saya jika memang saya tidak mudah untuk diintimidasi...

Maafkan juga karena saya berani berkata iya jika benar dan tidak jika salah..

Maafkan saya jika saya berfikir sangat logis dan menjunjung tinggi hak pribadi saya...

Maafkan saya saat apa yang saya lakukan malah membuka mata sebagian orang akan apa yg sebenarnya terjadi...

Last but not least, saya tidak pernah menyesali suatu kondisi yang ada mengingat bahwa segala sesuatu telah dipikirkan sebelumnya..

Mengutip df wallace :

'awareness of what is so real and essential, so hidden in plain sight all around us, all the time, that we have to keep reminding ourselves over and over:

"This is water."

.. Kondisi yang sebenarnya, namun seringkali diabaikan karena telah menjadi kebiasaan dan dapat dimaklumi..

Now I'm asking you...

How's the water??? ...

*untuk orang2 terkasih, yang selalu mengingatkan saya akan tujuan hidup..
Xoxo...