Rabu, 21 Desember 2011

Who am I?

Hi readers...

Saat2 blogging kali ini merupakan saat menjelang kantuk yang menakjubkan..  Mata 5 watt tapi pengen upload ga penting gitu dweh.. wkwkkw...

anihoo...

Iseng2 browsing gambar-gambar binatang buat ngasi pelajaran bahasa inggris ke para pelangi.. eh.. ndilalah nemu ini : Donbutsu-uranai...

When you are judge by your date of birth.. Guess who am i??




You are Silver Raccoon, who is delicate in that, you still hold girlish innocence and prettiness. 

Your facial expression and action is also gentle, and tends to be bit of a poser.

Even though you are gentle and quiet, there is side of you that can not control your self-indulgence. 

You don't talk much, but are a proud person and will not easily listen to other people. 
This makes you stiff and obstinate.

You possess calmness that will not be moved by situations. 

You tend to judge people coolly. 

Personality wise, you have strong emotions, and if the situation is about yourself, you tend to be easily influenced.

In personal relationships, you prefer to keep long relations than to have a short one.

Once you have met a person who would understand you, you try to keep that relationship forever --> baaanggett cyiinn.. 

To do this, it may be getter if you could broaden your acquaintance, and at the same time broaden your field of interest, and develop yourself as a human being. 

You are not very good at organizing and clearing up. --> oh sooo true.. 

You prefer to spend your time outside socializing. 

You are suited to stay out that to stay at home.



Well.. bener kan gak penting.. hehehe..

Masi banyak banget crita atau resep yang bakalan gw upload.. percaya deh.. kalo gak ngantuk ato hectic sangat pasti gw upload...

Hoahhhmm.. nitey nitey alleemaall.. *xoxo

Minggu, 23 Oktober 2011

Mie Schotel






Weekend ini, kok mendung menggayut ya.. jadi udaranya sangat mendukung untuk leyeh-leyeh.. 

Karena weekend juga waktunya untuk inspeksi lemari es, kelontong dll, makaa... saya putuskan untuk membuat MIE SCHOTEL....

Resep yang saya gunakan sebagai berikut : 


Bahan : 

1 bungkus mie telur - direbus hingga lunak/al dente
2 kaldu blok rasa ayam 
1/2 cangkir susu cair (gw pake 1 dancow sachet yang gw cairin)
4 butir telur 
2 buah wortel - dipotong kotak kecil
100 gr daging/ayam cincang
1 siung bawang putih - keprek
3 siung bawang merah - iris tipis
1 daun bawang - iris halus
2 sdm mentega
4 sdm minyak 
2 sdm terigu yang dicairkan dengan 1 cangkir air
garam, gula dan lada secukupnya

Cara membuatnya : 
1. panaskan 2 sdm minyak - tumis bawang merah dam putih sampai harum.. masukkan daging, dan wortel aduk2 hingga matang, tambahkan garam, gula, lada. 
2. masukkan mentega dan sisa minyak. - kecilkan api. 
3. Masukkan mie telur yang sudah direbus, tambahkan irisan daun bawang. 
4. Matikan api, angkat. 
5. Di bowl/baskom, masukkan mie, tambahkan susu cair, sisa minyak (gw pake olive oil, aromanya lainn.. ) dan telur yang dikocok lepas, kaldu blok dan larutan tepung terigu..  
6. Masukkan ke dalam ctakan/mangkuk kecil - kukus atau panggang hngga matang - biasanya setengah jam setelah air mendidih untuk kukus atau 45 menit di panggang dengan api 150' C. 

Note : mau lebih istimewa, ganti daging dengan smoked beef/chicken plus sosis, tambahin quick melt dan kasi sedikit italian seasoning - parsley/oregano/bayleaf/thyme/rosemary.. asli sedapnyooo.. hehehe 

Hasil jadi : 16 buah ukuran loyang bolu kukus :) 

Semoga resep di atas bermanfaat yaa.. Ada pertanyaan lebih lanjut? please feel free to ask..

Cheers and happy weekend :D 


Selasa, 27 September 2011

Macaroni Schotel a'la Dapur Kirana

Setelah sekian lama tidak update blog.. nggak publish resep.. tidak ada satu artikel maupun catatan kecil yang saya tulis.. *as usual.. dilanda virus kemalasan yang ruarrr biasa..

Maka ijinkan saya berbagi satu resep andalan lagi..

Semoga bermanfaat ya teman-teman :)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

Macaroni Schotel A'la Dapur Kirana

Bahan- bahan :

250 gr macaroni di rebus and matang, jangan terlalu mengembang

100 gr daging ayam rebus dan 100 gr smoked chicken - dipotong dadu

150ml kaldu dicampur dengan 2 sdm susu bubuk

1 siung bawang Bombay cincang dan 4 siung bawang putih cincang

100 gr mentega

4 btr telur

2 kaldu blok rasa ayam

1 sdm terigu

garam, lada dan gula secukup nya

180 gr keju / sebagian di parut dan sebagian di potong dadu

cara membuat adonan:

- panaskan mentega dan tumis bawang Bombay dan garlic sampe layu.
- masukkan rebusan ayam juga smoked chicken, aduk, lalu tambahkan larutan kaldu susu
- masukkan tepung sambil di aduk
- masukan kaldu blok dan keju potongan dadu ke dalam adonan
- masukkan makaroni
- kasih garam, lada dan sedikit gula (1 sdt) .
- Matikan api, masukkan kocokan telur, angkat dan tuang ke loyang yang sudah disemir margarine
- Kocok lepas 1 butir telur,siram ke atas adonan..lalu diatasnya tabur dengan keju parut
- Kukus kurang lebih 30 menit, baru panggang kurang lebih 20 menit.

Untuk pengguna Happy Call
- panasin happycall 1mnt sampe panas
- beri mentega 1 sdt, bolak- balik hingga semua bagian terlapisi
- masukkan adonan makaroni dan taburi keju parut
- waktu 5 menit di bagian bawah dan 5 menit di bagian atas, kalau mau agak kering maka waktu di tambah lagi
- Ingat, api harus selalu kecil agar tidak hangus :)

Psst.. masi hutang foto yaa... karena yang waktu itu bikin ndak sempet difoto..

Anihoowww... mugi2 manfaat.. monggo di modif.. perlu tambahan saran.. silahkan email ke :
bundaraissa@gmail.com...

Ditunggu.. :)

Jumat, 16 September 2011

Ethics and behaviour - sebuah refleksi diri

Baru-baru ini, seperti biasa saya mendapat banyak pelajaran berharga dari kejadian sehari-hari.


Banyaknya hal yang nampak sepele tapi menjadi refleksi buat saya.

Lahir dari keluarga yang cukup demokratis namun tetap penuh dengan unggah ungguh membuat saya punya stock maklum yang lumayan. Saya sangat bersyukur punya seorang ibu yang mengajar kami untuk disiplin dan kritis. Sebagai tandem beliau adalah almarhum ayah saya yang sangat santai dan membumi. Sejauh ini, menurut suami tercinta, saya mewarisi nyentriknya mama juga sifat papa yang sangaaaattt santai sampai terkadang perlu digebah tapi juga bisa murka durjana sewaktu diperlukan (a few good friends knows me so well they can even read my face when something piss me off).

Sekarang? Menjadi ibu dari 2 pelangi yang membanggakan bagai melihat refleksi diri sendiri saat saya kecil.

The moment they are here, means that the learning process is just begin. Saat2 yang mencengangkan ketika saya seperti berkaca dengan tingkah laku mereka sehari2. Saat2 yang mendebarkan saat mereka mendebat saya ataupun suami dengan pikiran maupun logika mereka yang menakjubkan.

Saat hal2 yang dibicarakan tidak sesuai, biasanya putri saya yang paling keras mengingatkan.. And I love her for doing it. Mengingatkan saya untuk terus belajar bersabar dan memegang komitment.. Sementara si ragil biasanya akan memeluk saya sambil berkata ' bukannya waktu itu bunda bilang kalau .... ' (Hal yang selalu membuat saya bagai disiram air sejuukkk..- si kecil memang jiplakan ayahnya...)

Dalam kehidupan sehari2 pun saya berusaha memberikan contoh nyata mana yg boleh dilakukan dan mana yang tidak.

Mengetahui bahwa si pelangi hampir di bully sempat membuat saya murka. Tapi.. Bukankah ini benar2 waktu yg tepat utk memperlihatkan kepada mereka bahwa cara2 itu tidak benar?

That they must have their self esteem.. Bahwa memang etika, behaviour pada awalnya berasal dari pendidikan kita sebagai orang tua.. Dan terkadang kedua hal tersebut diatas TIDAK berbanding lurus dengan pendidikan, harta, maupun jabatan.

Saat mereka mulai membandingkan ataupun mempertanyakan cara2 saya dalam mendidik maka saya dan suami kompak menjelaskan bahwa setiap keluarga mempunyai aturan yang berbeda. Bahwa kami patut menghargai mereka yang mempunyai aturan berbeda yang buat logika saya terkadang agak membingungkan.

Tapiiii.. Lagi-lagi hal tersebut merupakan hal yg relatif. Bukankah itu berarti saya membuka pintu bagi kedua pelangi hati untuk membuka mata selebar-lebarnya, membandingkan dan belajar? Hal yang memang membutuhkan waktu lebih saat menjelaskan secara verbal alasan2 di balik perlakuan tidak menyenangkan yang mereka terima. Di balik penjelasan panjang lebar kami, tentu saja tujuan akhir saya adalah agar mereka mengerti bahwa perbuatan tersebut tidak patut ditiru..

Jujur saja, mungkin cara mendidik kami bagi sebagian orang akan dianggap 'bikin anak kuper aka gak gaul aka telat..' Tapiiii .. Bukankah banyak jalan menuju roma? sekali lagi.. Mungkin persepsi saya berbeda dengan banyak orang tentang bagaimana mendidik buah hati kami... (Dalam hal ini - I wud care less on what people think and say.. )

Buat saya dan suami.. Buah hati kami Merupakan refleksi dari kami berdua. Kami pun berusaha dengan maksimal agar mereka jadi insan yang jauh lebih baik dibanding kami berdua.

Semoga dan semoga mereka berdua tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai2 yang kami tanamkan sejak awal...

Senin, 05 September 2011

In a Wacky Tacky Kind of Thing..


Understanding that we, as human being have our own metamorphz..
Changing from something into another form, trying to be better and better, even the best we could

In many ways, I have encounter amazing things in life.. Meeting a lot of people, whom get along very well.. and some just choose different path as mine (whom i appreciate .. :) .. )

Witnessing and even experiencing the metamorph myself. Still feeling amazed when facing the result.. whether its predictable or unpleasant suprised.. But as wise man said... ones should walk on their own.. and im doing mine..

Seeing my own footprints on the sandy pavement, knowing that somehow... what we encounters was not always for real.

Like a movie that keep flashing my mind.. a place where i used to fell in love with seem to be full of nonsense. Witnessing lots of crappy things that confuses me most of the time, also remind me of how many grey areas in life we are in.

Well... those hanky pankers that created problems are just around.. in every corner of life.. also in every part of our lives... And later on... i know what to do...

I choose to do my part and only my part.. nothing more.. nothing less..

By doing that.. at least i encounter only mine.. not theirs.. :)

Minggu, 24 April 2011

Update reseppp...



Sudah tak terhitung hari yang terlewat untuk update resep.. beneran deh..
baking blues.. cooking blues jadi alasan padahal males.com

Well anyway.. saatnya melawan rasa malas.. saatnya update resep, yang mudah2an bisa bermanfaat untuk orang banyak..


I. Nasi Tim a'la dapur Kirana

Bahan :

I nasi tim :
2 gelas beras - dicuci bersih
600ml kaldu ayam yang didapat dengan merebus 1/2 ekor ayam - saya prefer tanpa kulit dan lemaknya.
1 sdt garam (sesuai selera)
50 ml santan kental (optional, aku pake 1 bungkus kara segitiga)
1 sdt minyak wijen

350 gr ayam cincang/ayam potong dadu
50 gr jamur kuping kering, rendam dan potong sesuai selera
50 gr jamur merang
4 siung bawang putih - cincang
1 bawang bombay - cincang
2 sdm saus tiram
1 sdm kecap manis
1 sdt kecap asin
1 sdt jahe cincang
1 sdt minyak wijen
1 sdt kecap inggris
1 sdm saus teriyaki
2 sdm minyak untuk menumis
3 batang daun bwang - diiris tipis
1 sdt lada
1 sdm gula pasir


Cara membuatnya :

1. Nasi Tim

* Panaskan 1 sdm minyak, tumis 2 siung bawang putih cincang...masukkan suwiran ayam dari rebusan kaldu
* Setelah wangi, masukkan beras, aduk2.. tambahkan kaldu, garam dan santan. Setelah mendidih dan air susut, tambahkan minyak wijen.. Matikan api.
* Lanjutkan dengan mengukus hingga matang

2. Ayam2nya :

* Panaskan minyak, tumis bwang putih lanjutkan dengan bawang bombay dan jahe.
* Masukkan ayam, aduk2 hingga kaku, lanjut dengan 2 macam jamur, lalu kecap, saus tiram, kecap inggris, saus teriyaki, garam, gula dan lada
* tambahkan secangkir penuh air, aduk2.. koreksi rasa.. kentalkan sedikit dengan setengah sdt sagu
* masukkan daun bawang.. matikan api, masukkan winyak wijen.

Finishing touch :

Siapkan mangkuk tahan panas.
Ambil 2 sdm adonan ayam, letakkan di dasar. Lapis selanjutnya dengan nasi tim.. tekan-tekan
Kukus kurang lebih 15 menit hingga aroma keluar (berhubung keduanya sudah mateng)
Hidangkan hangat.. boleh juga dilengkapi dengan kuah kaldu ayam plus bakso dan pangsit.. yum.. yum..


II. Ayam Panggang Klaten Bumbu Rujak

Bahan 2:

1 ekor ayam besar
8 siung bawang merah
6 siung bawang putih
10 buah rawit merah
10 buah cabe merah
2 sdm ketumbar - ulek halus
4 batang sereh
3 cm jahe
3 cm kunyit tua
2 cm laos
4 lb daun jeruk
1 sdm garam
2 blok gula merah
2 sdm gula pasir
2 gelas air kelapa
4 lembar salam

Cara membuatnya :
1. Cuci bersih ayam, potong sesuai selera
2. Ulek semua bumbu kecuali sereh, daun salam, daun jeruk.
3. Tumis bumbu halus, masukkan sereh, salam dan daun jeruk
4. Masukkan ayam, aduk2 lalu tambahkan air kelapa.
5. Biarkan matang, panggang dengan api kecil.
6. Hidangkan dengan sambal bajak dan lalap.

III. Bestik Jawa A'la Dapur kirana

Bahan-bahan :

1 kg daging has - dipotong a'la empal
1 buah bawang bombay di iris tipis
6 siung bawang putih cincang
4 buah bawang merah tipis
1/2 cangkir kecap manis + 2sdm kecap manis
2 sdm saus tiram
1 gelas susu cair
2 sdm kecap inggris
2 sdm margarin/butter
1/2 sdt pala bubuk dan 1/2 sdt merica bubuk
2 sdm minyak goreng
1 sdt garam

Cara membuatnya :

1. Lumuri potongan daging dengan 2 sdm kecap manis, 1 sdm kecap inggris.. simpan dalam lemari es kurang lebih 2 jam
2. Panaskan minyak, masukkan margarine.
3. Tumis bawang2an sampai harum, masukkan daging yang sudah dimarinade.
4. aduk2 hingga kaku, masukkan kecap, kecap inggris dan 2 cangkir penuh air.
5. Masak hingga daging empuk.. tambahkan susu cair, garam, lada dan pala.
6. Koreksi rasa.
7. Hidangkan dengan pelengkap : kentang goreng, setup aneka sayuran.


Alhamdulillah.. sudah 3 resep.. insya Allah segera disambung dengan resep2 lainnya.. :)

Selasa, 22 Februari 2011

Tarzan is in town..

Sometimes, I wonder what people have in mind . In my life, I came accross and met a lot of people from different races, cultures, religions. Consists of different shapes as well, tall thin, short, plumpy, but yet I never never came accross or meeting some incidents that involved physical calling.

For me, one of the lowest saying is to call someone base on their physical condition. It is bad enough to hear children caling each other with bad names, but its even worse to hear an adult, a respective member of top executives calling his colleague with such names .

Is it wrong if I suddently lost my respects to him? For someone who is highly educated, having such a position, calling his colleague with such words is hard to understand.

Aren't we all human, created in diversity full of imperfections but yet, perfect as. God creations?

At a moment, I stunned when it happened. I try to understand that maybe we have look at things from different angle. But please forgive my word, don't you thing there are thousands even million of other words that you can use?

Apparently, mes ames .. Manners doesn't always go in line with education background you have. I have seen a lot of people in the street laughing, chatting, yet they can sit well and talk decently. And yes, I saw man with ties in high rises which has manners as an uneducated tarzan.

In this case, what else can I say besides :

"Watch out ladies.. Tarzan is coming to townnnn.... "