Selasa, 22 Juni 2021
Masuk Sekolah Jalur Tahfidz - Quo Vadis, katanya?
Jumat, 02 April 2021
Alternatif Nasi Berkat
Webinar Literasi Digital - 3 C
We are back....
Not only literally... but here we are..
Komunitas Literasi Digital dan Anti Hoax serta Intolerasi milik warga Bekasi kembali ke sekolah-sekolah. Setelah diajak Pod-Cast an bareng dengan Bekasi Keren dan Jabar Saber Hoax sesrta Seminar dengan Judul "Berhenti Di Kamu" pada bulan Februari lalu, kami memulai lagi kegiatan awal - melakukan edukasi (yang saat ini masih harus dilakukan secara daring) ke sekolah-sekolah, komunitas serta pihak terkait lainnya.
Kali ini kami mengisi 3 sesi, untuk 3 kelas yang berbeda . Kegiatan dimulai pada jam 8 pagi dan berakhir pada jam 1 siang. Selain sharing mengenai Literasi Digital, juga ada sesi kuiss dan tanya jawab. Dengan total peseta sekitar 70-80 orang , sesi sharing berlangsung dengan baik, animo yang ditunjukkan pun cukup positif.
Semoga yang disampaikan dapat bermanfaat.
Sampai bertemu di kelas-kelas berikutnya ya....
Tabiiiikkk...
Minggu, 28 Februari 2021
A Healthy Discussion in our House
Kedua anak kami memasuki usia rentan - re ma ja ...
Iya.. jaman-jaman yang penting ngelawan, yang penting tereak, yang paling bener gue!!! Keduanya pun punya style yang berbeda.. Anak mbarep sangat frontal, sementara anak ragil cenderung cuek... abai.. Wis memang tarik ulur ini sekarang waktunya..
Melihat kondisi demikian, saya dan suami sepakat untuk sedapat mungkin open-minded, berusaha melihat dari banyak sisi, termasuk berusaha menggunakan 'sepatu' mereka .
Diskusi maupun debat bukan sesuatu yang aneh di rumah kami. Biasanya dilakukan di kamar tidur saya.. Topiknya pun beragam,, dari mulai hal-hal receh seperti menu makan mingguan, politik, demo, sampai selera musik yang sangat-sangat berbeda...
Topik terakhir ini baru saja jadi topik debat tadi pagi.... Siapa lagi pelakunya kalau bukan mas bojo Vs anak mbarep...
"Mbak, aneh sebenarnya kalau kamu mengidolakan yang begitu... kalau mau jujur, kalau ini jaman ayah, ya gak laku yang model begitu" ...
Kalimat yang bikin saya langsung alert, menanti-nanti sanggahan dari anak mbarep...
Benar saja.. tak lama, mereka saling berbantah-bantahan...
Saya yang hampir selalu jadi penengah kalau kedua anggota keluarga ini berdebat, mengingat keduanya punya model yang sama... Gaspoooollll...
Coba dikupas satu-satu...
Mas bojo saya anggap kurang fair, saat membandingkan BTS dengan Bon Jovi, atau Queen..
BTS mungkin bisa dibandingkan dengan Duran-Duran, Wham, NKOTB, NSync, atau One Direction . Tapi menyebut BTS sebagai sekedar boy-band itu sendiri, menurut saya 'under-statement'
Saya melihat dari banyak sudut pandang, dimana mereka justru terlihat sangat 'human' sebagai selebriti,.. diatas panggung maupun pada kehidupan sehari-hari yang seringkali tertangkap kamera...
Hal-hal yang mungkin luput dari papparazi yang hits pada jamannya.. Ketika privasi diagungkan sedemikian rupa sementara saat ini, pintu dibuka selebar-lebarnya.. hampir tanpa batas....
As a mother, i can see that sometimes, it reaches a limit, a very thin line, when they got fed up of mostly everything and only have each other to go through it.. And its just make them 'human'
Hal diatas jadi salah satu topik diskusi yang tidak pernah habis.
Bagaimana dengan anak bungsu kami?
Topiknya pun beragam... Belakangan karena si bungsu sering ketawa-ketawa nonton TikTok, saya sering menggodanya dengan memberi tambahan nama - sebagai reporter freelance infotainment... Betapa tidak, banyak hal-hal ajaib yang menjadi bahan pembicaraan kami... dari mulai gosip artis pisah, pacaran sampai yang paling kontroversial terakhir adalah pembangunan pabrik miras - issue yang digoreng sampe kemripik.
Mendengarkan pemikirannya membuat saya, sebagai ibunya cukup terkejut. senang sekaligus bangga, mengingat anak bungsu kami sudah bisa menempatkan hal tesebut pada porsinya...
Apa berarti dengan anak bungsu saya tidak pernah berbeda pendapat?
Well, perbedaan merupakan sesuatu yang natural, alami dan pasti terjadi. Satu hal yang seringkali dianggap aneh adalah karena kami semua sepakat untuk tidak selalu sepakat... Ayah bisa saja punya pendapat A, saya B, mbak C dan adek D ... Kami hanya harus saling menghargai, dan tau bagaimana menempatkan diri serta bersikap dengan pantas.
Oh well, sedemikian dinamisnya memang keluarga kami...
Aneh untuk banyak orang, but we surely enjoy the ride.. :)
Selamat berhari minggu, universe...
Minggu, 17 Januari 2021
School from Home for the Children and Work from Home for Us
The topic today should be both School from Home and Work from home ..
Due to the world Pandemic, when the Corona Virus hit everyone and have a significant effect to almost all layers of people, In Indonesia, it started significantly in early March. And until time of writing the blog, it has reached over 900 thousand with more than 25000 fatalities and over 82% recoveries.
Selasa, 30 Juni 2020
Kip Smoor alias Semur Ayam.
Mix Seafood Platter
Its been a while from my last post.
Yang dibawah ini merupakan jenis makanan yang enak dinikmati beramai-ramai.
Sudah jadi trend beberapa tahun terakhir, hidangan ini berisi beragam makanan laut.
Rajungan atau kepiting, udang, cumi, ikan (gunakan fillet) sampai ke bakso ikan, aneka jamur dan rebusan jagung manis sebagai komponen karbo hidrat.
Biasa dinikmati tanpa nasi (bagi banyak orang) karena sudah ada tambahan jagung, atau bisa dengan tambahan nasi -bagi mereka yang merasa kurang kenyang.. hehehe....
Ok, resepnya sebagaimana di bawah ini.
bahan2nya :
4 bonggol jagung, potong dan rebus
300 gr ikan dori, pan fried sebentar
300 gr cumi, potong ring, rebus sebentar
500 gr kerang hijau, rebus
500 gr udang, kucuri jeruk, sisihkan
2 ekor rajungan, rebus, potong
3 daun bawang, potong panjang
bumbu2 :
2 cm jahe, bakar, geprek
4 daun jeruk
6 bawang putih, cincang
1 bawang bombay besar, iris sesuka hati
2 batang daun bawang - potong sesuka hati
4 sdm saus tomat
8 sdm saus sambal (kalau suka efek asap, gunakan yg ada dash bbq nya)
2 sdm kecap manis
1 sdm kecap ikan
2 sdm saus tiram
10 cabe rawit, iris
3 cabe hijau besar
garam
gula
lada
Hasil akhir seperti diatasm dan porsi ini cukup untuk 3-4 orang dewasa .
Pada trial diatas, saya menggunakan banyak bakso ikan, karena memang memanfaatkan isi freezer :)
Bagi yang alergi seafood, masi bisa menggunakan ayam, dan aneka bakso sebagai penggantinya. Ganti kecap ikan dan saus tiram dengan 2 sdm kecap asin. Taburi dengan cincangan cilantro/daun ketumbar.
Rasa saus tentu akan sedikit berbeda, namun tak kalah enaknya :)
Selamat mencoba, semoga menjadi inspirasi memasak bagi keluarga..







